Powered by Blogger.
RSS
Container Icon

Menu Makan Siang di Dapur Sambal Cabang Godean

Siang ini emang sengaja pingin makan di luar coz gak sempet makan di rumah. Karena emang perut udah keroncongan sehabis cari-cari tempat tes cpns, sampailah saya dan Ledy ke Dapur Sambal. Dapur Sambal yang kami sambangi adalah cabang Godean, tepatnya ada di jalan Godean km 5, kalo dari arah timur, tempatnya ada di kanan jalan, sebelah Kantor Pegadaian. Kami merupakan pelanggan pertama di sana karena restorannya baru buka (sekitar jam 11.30-an).
Dan langsung aja saya pesen beberapa jenis makanan, antara lain: nila bakar (7k), terong crispy (3,5k), ca kangkung (3,5k), nasi putih (2,5k), sambal goyang lidah (1k). Untuk dessert-nya saya pesen crepes 2 rasa: coklat dan keju (4k). Dan terakhir minumannya adalah es jeruk (3k).
Datanglah beberapa makanan utama yang telah dipesan:
Nila bakar
Terong crispy
Ca kangkung
Sambal goyang lidah

Overall rasanya enak, apalagi terong crispynya MANTEB!! Kalau sambal goyang lidah menurut saya sepertisambal bawang mentah yang ditambah daun jeruk gitu, pedesnya nonjok banget (nyampe malem berasa pedesnya :O). Kalau es jeruknya standar sih yaa seger cuma sayang kurang manis dikit.
Setelah semua makanan utama habis, barulah crepes-nya datang. Ini dia penampakan si crepes kriuk-kriuk dua rasa (coklat dan keju):

Crepes rasa coklat & keju

Alhamdulillahhh.. semuanya enak, semuanya pas di kantong, juga pas di mulut hehehehe ^^b.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MYTEA: Minuman Teh Oolong yang Bisa Bikin Makan Enak terus


Wah,, Bulan September postingan dimana-mana kosong (postingan temen, postingan saya sendiri) kayaknya lagi pada sibuk persiapan tes cpns deh hehehe. Yasudah, mumpung Bulan September belum habis, kali ini saya ingin mereview salah satu produk minuman yang iklannya sudah sering muncul di TV. Kalau tahu iklannya, pasti ada obrolan kayak gini:

Sumber: link ini 
Vino                            : Emang lo bisa apa?
Pucuk Daun teh          : Gua bisa bikin lo makan enak terus

Yuhuuu...produk minuman ini adalah MYTEA, merupakan minuman kemasan ready to drink yang terbuat dari teh Oolong (baca: ulong). Nah, apa sih sebenarnya teh Oolong sendiri? Teh Oolong merupakan teh semi fermentasi yang berbasic dari black tea (black tea merupakan teh fermentasi yang mengacu pada reaksi oksidasi, bukan aktivitas mikrobia). Secara garis besar proses pembuatan teh Oolong dapat dilihat di bawah ini:


Tahapan pemeraman pada proses pengolahan teh Oolong di atas membuat teh Oolong memiliki kandungan antioksidan (polyphenol) yang sangat tinggi. Polyphenol adalah kandungan penting yang sangat mempengaruhi aroma Oolong yang unik dan juga manfaat yang tinggi untuk kesehatan maupun kecantikan, khususnya masalah obesitas. Nah dari penjelasan ini kita jadi tahu maksud pembicaraan antara Vino dan Si pucuk daun teh di atas.
Saat iklan ini muncul pun saya jadi tertarik ingin mencoba rasanya. Dan setelah saya minum, ternyata rasanya tidak jauh berbeda dengan green tea. Masih cocok di lidah saya :). Sebotol MYTEA berisi 450 ml saya beli seharga 4900 rupiah*. Harga yang cukup murah untuk manfaat yang besar. Selamat mencoba :D :D.
Setelah dibuka sebaiknya disimpan dalam lemari pendingin dan langsung diminum pada hari yang sama

Sumber : materi kuliah kopi, teh, dan kakao; serta link ini

*harga tiap tempat belum tentu sama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kote-Kote Okonomiyaki

Berawal dari postingan ini, Mbak Dian ngajakin saya nyobain “soba mie” versi Indonesia, kami ingin tahu apakah soba mie di Indonesia juga terbuat dari gandum kuda atau bukan. Dan setelah sekian lama akhirnya kesampaian juga mampir ke tempat ini untuk mencicipi yakisoba & okonomiyaki. Yaki sendiri berarti goreng, jadi soba mie yang kami cobain adalah soba mie goreng/ yakisoba. Sedangkan okonomiyaki merupakan semacam “martabak versi jepang”, isiannya antara lain: potongan kubis, daun bawang, daging (bisa daging apa saja), mayonaise, katsuoboshi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai okonomiyaki bisa lihat di link ini :D :D.
Oke deh, nama tempat ini adalah Kote-Kote Okonomiyaki. Alamatnya ada di Terban GK V no. 25, gampangnya ada di belakang apotek UGM, masuknya lewat selatan apotek UGM ada gang+gapura cuzz masuk sampai nemuin warung kecil dengan tulisan hiragana (kote-kote). Dari depan emang tempatnya ala-ala warung jepang gitu, ada tirainya, kita tinggal masuk melewati dua tirai tadi. Tempat duduknya sayangnya terbatas, jadi hanya ada sekitar 4-5 meja saja. Lalu tempat chef-nya masak mirip kayak di Jepang, dekat dengan tempat duduk pengunjung, jadi kita bisa lihat pembuatan makanan secara langsung. Begini ni fotonya:
Tempat chef-nya masak bisa kita lihat langsung

Makanan yang ditawarkan antara lain okonomiyaki dengan berbagai macam topping dari daging sapi, daging ayam, udang, cumi-cumi, keju, dan katsuoboshi (untuk topping katsuoboshi karena emang okonomiyaki biasanya sudah ditaburi katsuoboshi, jadi pelanggan yang memilih topping ini akan ditambahin ekstra katsuoboshi). Menu okonomiyaki juga ada dua macam, yaitu okonomiyaki ala Hiroshima dan ala Osaka. Untuk versi Hiroshima ada tambahan “mie”-nya, kalau versi Osaka gak ada. Kita juga bisa pilih okonomiyakinya mau yang ukuran besar, sedang, atau kecil (tergantung ukuran perut :P). Ada juga menu yakisoba. Untuk pilihan variasi menunya sedikit karena warung makan ini memang khusus menyediakan okonomiyaki (bisa dilihat dari nama warungnya lhoo ~> kote-kote okonomiyaki :D). Untuk minumannya juga cuma ada es teh dan air mineral saja.
Daftar menu

Dan kami pun memesan @yaki soba (20k) dan okonomiyaki versi hiroshima ukuran sedang (15k) dengan tambahan topping daging sapi (10k). Karena 1 (satu) porsi yaki soba yang cukup banyak, okonomiyakinya kami pesan satu untuk berdua. Minumannya kami memesan es teh. Sempat lihat pembuatannya yang ada di sebelah kami sambil mengobrol ngalor-ngidul, akhirnya pesanan kami pun dataanngg. Alhamdulillah...saatnya icip-icip dan makan :9.
Menu pesanan kami pun datang :D

Untuk yakisobanya ternyata bukan menggunakan gandum kuda seperti waktu saya makan di Jepang, melainkan menggunakan gandum biasa seperti mie-mie pada umumnya (waktu itu gak tanya langsung sih, tapi lihat penampakannya emang kayak mie-mie biasa :p). Untuk rasanya lumayan, tapi agak cenderung manis dan didominasi oleh mayonaisenya, bumbu ala Jepangnya langsung kerasa waktu dimakan pertama kali :D. Terus untuk okonomiyaki, kebalikan ma yakisoba, bumbunya kurang kerasa, yang ada kebanyakan kubis dan dapet kubis yang agak pahit pula :O!! Paling enak makan okonomiyakinya sambil dicocolin saus yang ada di pinggir-pinggir si okonomiyaki :D. Yang disayangkan waktu minum es teh gak ada sedotannya, padahal itu es teh (apa pas lagi habis ya sedotannya?), jadi kami minumnya nyeruput langsung dari gelasnya. But, it’s ok. Lain kali bolehlah nyobain ke sana lagi ^^b.
Yakisoba
Okonomiyaki

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kedai Organik Kolondjono

Bulan ramadhan kemarin akhirnya bisa mampir juga di resto tantenya temen yang dia magang pula disana, nama restonya KEDAI KOLONDJONO. Resto ini menyediakan makanan organik, so kalo mau hidup sehat, bolehlah makan di sini :D. Resto ini terletak di Jl. Nusa Indah Gg. Narada 37 Gandok Deresan Jogja. Gampangnya, dari percetakan Kanisius ke arah utara, teruuss sampai ketemu pertigaan, di sebelah kiri persis pertigaan tadi ada perumahan, nah Kedai Kolondjono ada di pojokan perumahan itu :D. Yang disayangkan kalo mau pesen makanan di daftar menu, gak semua menu bisa dinikmati setiap hari, coz menu tertentu hanya tersedia di hari tertentu juga. Untuk suasananya cukup cozy, jadi rumah yang dibuat ala ala kafe gitu, meja-kursinya kayu, ada wifi & tv kabelnya juga :).  
Suasana Kedai Kolondjono

Karena waktu itu hari Jumat, jadi saya memesan Nasi Kalong (21k), sedangkan Via yang barengan buka puasa memesan Spagetti tofu mushroom (15k). Oiya karena waktu itu bulan ramadhan, maka kami dapet free kurma ‘n teh anget, lumayan buat berbuka :). Minumannya saya pesen orange juice (11k). Kalo Via gak pesen, dah dapet free teh katanya :P.
Daftar menu

Agak lama nungguin makanan kami dateng, untung dapet free kurma ‘n teh anget, ditambah lagi saya ‘n Via ngobrol ngalor-ngidul, jadi ya gak kerasa lama-lama amat nunggunya :P. Akhirnya makanan kami pun dateng juga :D. Untuk nasi kalong isinya: nasi hitam (semacam nasi gurih yang dicampur kluwak jadi warnanya item), telur bumbu bali,tempe bacem, sate tahu, ikan asin, sambal kalong, kerupuk, ‘n lalapan (komplit-plit banget), rasanya njawani banget deh, yang paling enak sate tahunya :9. Lalu nyicip spaghettinya enak, kejunya kerasa banget ‘n banyak trus juga ada rempah-rempahnya, nikmat :D. Sedangkan orange juice-nya sayang agak encer ‘n kurang manis dikit.
Nasi kalong
Spaghetti Tofu Mushroom
Orange juice

Akhir kata: coba dapet diskonan ma Arfi makan di situ *just kidding :p

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kulineran @Valley Bambu Resto di Malam Hari

Alhamdulillah sebelum puasa bulan lalu dapat rejeki alias dapet traktiran temen yang udah dapet kerjaan, sebut saja Ncie. Pas banget dia lagi training di Jogja, lalu saya dan Distya diajak ketemuan deh buat ngobrol-ngobrol bareng :). Kami bertiga makan di Kompleks Wisata Kuliner Pringwulung yang terletak di Jalan Manggis, Pringwulung, Depok, Sleman. Kalau gampangnya bagi yang tau OB (Outlet Biru) terus ke selatan sampai ketemu pertigaan, belok kanan. Lalu terus ikuti jalan, nanti di kanan jalan tampak banyak tempat makan, nah itu dia Kompleks Wisata Kuliner Pringwulung :D. Dari berbagai macam restoran yang ada di sana, akhirnya kami memilih Restoran Valley Bambu.
Kami sampai di sana sekitar pukul 8 malam, setelah mondar-mandir kesana-kemari yang agak merepotkan si waiter karena bingung memilih tempat makan antara mau lesehan di pondok bambu, lesehan di pinngir kolam, maupun di meja biasa yang letaknya di jembatan di atas kolam :p. Dan akhirnya diputuskanlah kami duduk di meja di atas jembatan, ditemani cahaya lampu-lampu temaram yang menambah suasana romantis kalo lagi bareng pasangan hihihi. Emang sih, kami gak salah memilih tempat tersebut :D.
Karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 8 lebih dan kondisi perut yang masih kosong, si empunya gawe mempersilakan kami untuk memesan appetizer, main course, dan dessert. Mantabbzz!! Hehehe. Kalau saya, appetizernya memilih cream of mushroom (8k), main coursenya fillet valley favourite (23k), dessertnya roti bakar valley rasa strawberry (7k), dan minumannya soda jeruk (harga lupa :p). Secara keseluruhan harga makanan-minuman di resto ini berkisar antara 5000-35000 rupiah.
Menu makanan

Tak berapa lama, appetizer kami pun datang, jreng-jreng:
Cream of mushroom

Pertama kali mencicipinya, hmm langsung kerasa anget di badan apalagi pas malem-malem gini. Sumber panas ini berasal dari si merica yang emang kerasa pedes pas masuk mulut, tapi hangat di dalam :), nikmat deh :9. Jamurnya juga oke punya ditambah kuah sup yang agak kental. Yang saya gak habis pikir adalah rasa sup ini yang udah pedes dari merica, eh masih dikasih sambel kecap :O.
Next, sebelum appetizer kami habis, main course udah nyusul duluan. Fillet valley favourite, irisan steak daging sapi yang ditaburi parutan keju cheddar+ jagung, ditambah kentang goreng, sayuran, dan sambal. Waktu pertama kali mencoba mengiris daging steaknya, pertanyaan saya dan Ncie sama, “Ini dagingnya yang alot apa pisaunya yang tumpul ya?” karena pisau yang digunakan emang gak recomended buat motong steak karena setau saya pisau macam ini biasa digunakan buat ngolesin mentega di roti tawar :p. Dan setelah masuk ke mulut, ternyata emang dagingnya yang agak alot L. Untuk bumbunya juga agak terlalu manis, kentang gorengnya juga agak keras, yang paling menolong ya cuma sayurannya aja, tapi nyatanya habis juga :P.
Fillet valley favourite

Dan yang terakhir adalah dessert kami yang datang hampir bersamaan dengan main course, jadinya udah dingin dan agak keras roti bakar valley-nya, ditambah lagi perut udah agak kenyang L. Untuk minuman yang saya pesan, soda jeruk rasanya seger, cocok di mulut saya deh :D.
Roti bakar valley strawberry

Soda jeruk

Secara keseluruhan bolehlah makanannya, harganya juga lumayan. Yang paling menarik dan menjual emang suasananya, jadi kalau mau syawalan (mumpung lagi bulan syawal) di siang hari tempat ini bisa jadi salah satu tempat pilihan ;).
Foto bareng Distya, Ncie di ayunan deket tempat kasir :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Happy Ied 1434 H ^__^

Terkadang banyak kata yang menorehkan luka maupun tingkah laku yang membuat duka. Untuk itu pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan:


Rahajeng Ayu Prasanty-beegreeny.blogspot.com ^^b

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sate Bola Roti Tawar Fullo Sunkist


Ayoo,, berkreasi lagi buat makanan takjilan. Resep ini simpeeelll bangett kalo mau dipraktekkin. Oh ya, resep ini dibuat untuk memenuhi lomba Foto Kreasi Buka Bareng Fullo dan Fullo Blasto nih. Kalau ada yang mau bantu like foto saya boleh banget lhoh :D. Linknya saya kasih di bagian bawah yaa...

Bahan utama (bola roti tawar):
·      4 lembar roti tawar tanpa kulit
·      50 ml susu cair
·      Minyak goreng secukupnya

Bahan tambahan:
·      Fullo bitz secukupnya
·      ½ buah jeruk sunkist dibentuk segitiga
·      Susu kental manis rasa coklat secukupnya

Cara membuat bola roti tawar:
1.    Tuangkan susu cair sedikit demi sedikit ke dalam roti tawar
2.    Remas-remas roti tawar  tersebut menjadi adonan yang halus, kemudian bentuk bulat-bulat
3.    Goreng adonan roti tawar hingga kuning kecoklatan, tiriskan
4.    Siapkan tusukan sate, lalu tusukkan bola roti tawar, jeruk sunkist, dan fullo bitz. Urutan sate sesuai selera
5.    Tuangkan susu kental manis rasa coklat sebagai pemanis
6.    Sate siap dihidangkan (6 porsi sate)

Estimasi waktu yang dibutuhkan:
Waktu Persiapan: 10menit
Waktu memasak: 20 menit

Link foto saya kalau ada yang mau bantu ngelike: 

Matur nuwun, thank you very much, arigatou gozaimasu, vielen danke schön :D :D



By: Rahajeng Ayu Prasanty

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Roti Tawar Goreng Isi Ragout


Berdasarkan resep ragout dari kakak saya di resep Pie Udang, saya jadi berkeinginan untuk berkreasi ragout lagi. Karena ragout biasanya untuk isian risoles yang notabene sudah banyak yang bikin, maka saya terinspirasi membuat si ragout ini untuk isian roti tawar yang di digoreng (dilapisi bread crumb/ tepung roti) dan tentunya sangat mudah dilakukan (kebetulan lagi saya suka banget sama roti tawar :D). Ini dia resepnya: (*sekali lagi maaf gak ada takaran pastinya, karena bikinnya kira-kira aja, buat berapa porsi tergantung kebutuhan :D)

Bahan utama:
·      1 bungkus roti tawar berkulit bentuk persegi (bisa pakai roti tawar tanpa kulit juga, tergantung selera)
·      Bread crumb/ tepung roti secukupnya
·      Telur secukupnya  
·      Minyak goreng secukupnya

Bahan ragout:
·      1 buah wortel ukuran sedang dipotong dadu kecil
·      2 buah Sosis sapi/ ayam
·      Daun bawang secukupnya
·      2-3 siung bawang putih diiris tipis
·      2-3 sdm tepung terigu
·      Susu cair ±200ml
·      Garam secukupnya
·      Penyedap rasa seculupnya
·      Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:
1.    Tumis bawang putih hingga harum, lalu masukkan wortel dan daun bawang
2.    Setelah wortel agak empuk, lalu masukkan sosis
3.    Kemudian masukkan tepung terigu dan susu cair sedikit demi sedikit hingga campuran mengental
4.    Tambahkan garam dan penyedap rasa, campurkan hingga merata, lalu sisihkan
5.    Potong roti tawar menjadi dua bagian berbentuk segitiga
6.    Lalu masukkan ragout sebagai isian roti tawar
7.    Celupkan ke dalam kocokan telur, lalu lapisi dengan bread crumb/ tepung roti
8.    Goreng hingga berwarna kuning kecoklatan
9.    Roti tawar goreng isi ragout siap disajikan :)

Waktu saya bikin resep ini jadinya ±18 buah, bikinnya cepet dan praktis, mengandung vitamin dari wortel, karbohidrat dari roti tawar, protein dan lemak dari susu dan sosis. Cocok jadi alternatif menu berbuka, selamat mencoba :).  

Resep by: Rahajeng Ayu Prasanty ;)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...