Powered by Blogger.
RSS
Container Icon

Green Smoothies Sebagai Salah Satu Healthy Lifestyle bagi Kaum Urban


Wow..tulisan pertama di tahun 2020 setelah beberapa tahun tidak pernah menulis lagi (terakhir menulis tahun 2018). Dan tulisan pertama di tahun 2020 ini saya ingin mengulas tentang Green Smoothies.
Mungkin sebagian orang bertanya-tanya apa itu smoothies? Lebih spesifik lagi apa itu green smoothies? Sebelum lebih jauh membahas tentang green smoothies alangkah baiknya kita cari tahu dulu apa perbedaan antara juice dan smoothies. Dari pengalaman saya pribadi sebelum mendalami tentang per­-smoothies-an ini, yang lebih saya kenal adalah istilah juice. Jika buah dan atau sayur diblender itulah namanya juice, dan saya belum terlalu familiar dengan istilah smoothies. Sampai pada akhirnya ada rekan yang menginformasikan bahwa antara juice dan smoothies itu adalah sesuatu yang berbeda. Dan yang saya kira semua buah dan atau sayur yang diblender lalu langsung diminum itu adalah juice ternyata salah. Untuk tahu perbedaan antara juice dan smoothies saya telah menghimpun dari beberapa sumber apa itu definisi juice dan smoothies.
Juice diperoleh dari proses pemblenderan satu atau beberapa macam buah dan atau sayur kemudian diambil sarinya, sehingga secara tekstur, juice lebih cair jika dibandingkan smoothies. Sedangkan smoothies diperoleh dari proses pemblenderan satu atau beberapa macam buah dan atau sayur dan langsung dapat dikonsumsi tanpa harus disaring, sehingga tekstur smoothies biasanya lebih kental jika dibandingkan juice. Secara manfaat pun juga berbeda antara juice dan smoothies, kandungan vitamin yang terdapat pada juice dirasa lebih tinggi dikarenakan untuk membuat satu gelas juice biasanya digunakan lebih banyak buah atau sayur untuk mendapatkan sarinya, sedangkan kandungan serat yang terdapat pada smoothies lebih tinggi dikarenakan a whole fruit and or vegetable terdapat di dalam satu gelas smoothies tanpa perlu disaring, itulah sebabnya konsumsi smoothies dapat lebih mengenyangkan.
Setelah tahu perbedaan antara juice dan smoothies, mari beranjak ke yang lebih spesifik yaitu green smoothies. Green smoothies baru-baru ini menjadi sesuatu yang popular bagi kalangan orang-orang yang mulai memperhatikan penerapan pola gaya hidup sehat. Sudah tampak dari namanya “green” smoothies adalah smoothies yang bahan utamanya adalah sayur-sayuran berwarna hijau, namun tidak hanya sayur-sayuran saja yang menjadi fokus utama pada green smoothies, beberapa orang tetap menambahkan beberapa buah-buahan sebagai campuran dalam green smoothies. Jadi walaupun warna dominan hijau karena banyaknya sayur-sayuran hijau yang terdapat di dalamnya, biasanya buah-buahan juga ditambahkan untuk mengelevate dari rasa smoothies itu sendiri.
Dari pengalaman saya beberapa bulan ini mengonsumsi green smoothies, tidak ada takaran khusus secara detail terkait buah dan sayuran apa yang digunakan, jumlah takaran yang dipakai, maupun seberapa kental smoothies yang akan dihasilkan, karena itu semua biasanya tergantung preferensi masing-masing orang. Namun kalau boleh saya beri saran, terutama bagi pemula yang baru ingin memulai pola gaya hidup sehat dengan mengonsumsi buah dan sayur, green smoothies yang dibuat bisa dicampurkan pisang Cavendish dan air degan untuk meningkatkan cita rasa dari green smoothies itu. Karena jujur saja saya butuh beberapa kali trial and error hingga akhirnya memperoleh cita rasa green smoothies yang diinginkan. Berikut saya sampaikan beberapa resep trial and error green smoothies versi saya J.


1.   Resep pertama green smoothies saya, isinya: brokoli, pakcoy, sawi hijau, pisang Cavendish, madu. Karena trial pertama, jadi rasanya agak aneh, waktu pemblenderan dirasa kurang lama, jadinya serat-serat sayuran masih sangat terasa.
2.     Resep berikutnya dengan proses pemblenderan yang sedikit lebih lama dan saran dari rekan saya untuk menambahkan air degan. Resepnya: sawi hijau, pakcoy, apel merah, air degan, madu. Rasanya sedikit ada peningkatan karena ada tambahan air degan.
3.    Next resep variasi sayuran yang lebih banyak, bayam hijau, sawi putih, sawi hijau, seledri, tomat, apel merah, air degan, madu. Jangan coba-coba kalau tidak mau berasa mual, hehe. Saya rasa terlalu banyak jenis sayuran justru membuat rasanya campur aduk tanpa ada salah satu rasa yang menonjol.
4.       Resep yang lebih simpel sawi putih, bayam hijau, selederi, madu. Alhamdulillah enak.
5.  Trial terakhir dengan elevate rasa yang jauh-jauh meningkat dibandingkan yang sebelum-sebelumnya (versi saya ya). Alhamdulillah. Bayam hijau, selada, sawi hijau, apel merah, pisang Cavendish, madu.
Dari beberapa resep yang saya coba, resep kelima adalah resep green smoothies terbaik versi saya J. Nah, selain manfaat serat yang tinggi dari green smoothies ini banyak manfaat lain lho yang saya rasakan selama mengonsumsinya, dan mungkin dapat bermanfaat untuk pembaca juga. Antara lain:
1.    Kandungan serat yang tinggi selain membuat rasa kenyang yang lebih lama yang tentunya sangat cocok untuk diet, juga membuat pencernaan menjadi lebih lancar.
2.    Konsumsi green smoothies secara rutin dapat membuat mood menjadi lebih baik lho. Bukan hanya dari pengalaman pribadi saja, pengalaman dari beberapa teman yang rutin mengonsumsi green smoothies rata-rata dapat membuat lifting mood jadi lebih happy gitu J. Kalau tidak percaya, bisa langsung dicoba ;)
3.  Tambahan testimoni teman saya yang seorang busui alias ibu menyusui, konsumsi green smoothies ini dapat melancarkan ASI juga lho.
Nah, itu beberapa ulasan sedikit saya tentang green smoothies berdasarkan pengalaman pribadi saya. Feel free to share your experience if you are try these too ya J .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

#1 Drawing & Coloring : "Butterfly Picture in My Green Helmet"

It’s been such a long time since I’ve  posted my writing here. Huft...mohon maaf ya pemirsah yang sudah lama menunggu tulisan saya (kalau ada yang nunggu sih ;) hihihihi). Beberapa kesibukan bekerja juga persiapan lamaran dan pernikahan tahun lalu telah menyita banyak waktu, jadinya gak sempet deh buat nulis menulis J. And now I’ve been married, Alhamdulillah J. Sebenarnya ada beberapa bahan tulisan selepas saya menikah, dari tempat honeymoon di Bali sampai acara liburan lainnya, tapi keinginan menulis terkadang mulai surut saat datangnya weekend yang seolah harus dan wajib dihabiskan untuk istirahat seharian atau berkumpul bersama suami dan keluarga, maupun untuk sekedar membersihkan rumah selepas 5 hari yang melelahkan yang dihabiskan di kantor. Oke skip curhatnya :D.
Awalnya memang saya penasaran dengan postingn teman-teman saya tentang #drawingforadults, #coloringforadults, dan semacamnya, lucu, warna-warni, pokoknya seru dan takjub gitu liatnya. Dan emang dasarnya saya suka menggambar dan mewarnai, lantas jadi pingin ikutan beli buku tersebut terus diwarna-warnain gitu :D. Sampai pada akhirnya saya lihat barang-barang di sekitar saya dan tercetus ide untuk menggambar sendiri objeknya, lalu diwarnai sendiri. Saya mengakui kalau saya tidak terlalu kreatif XD, jadi disini saya menggambar sebuah objek lalu saya warnai, dan terakhir dibandingkan dengan hasil gambar dan warnanya dengan objek aslinya (kayaknya bakalan jadi hobi baru nih).  Oke, check these out ;).
Pertama yang saya lakukan adalah memilih objek yang akan digambar. Objek gambar yang saya pilih adalah gambar kupu-kupu yang ada di helm berwarna hijau kesayangan saya, yang sadly sekarang gak boleh saya pakai sama suami karena alasan kurang safety L, asal bukan karena norak aja sih it’s oke hahahaha.
Gambar kupu-kupu berwarna pink ini saya pilih sebagai objek gambar
Setelah menentukan objek gambarnya, lalu siapkan alat untuk menggambar seperti kertas, buku gambar, atau sketch book (saya pakai sketch book ukuran A5 yang kebetulan beralih fungsi jadi buku keuangan :p), dan jangan lupa pensil atau pulpen untuk menggambar (saya menggunakan pulpen Queen’s High Grade C 6000). Untuk lebih mudah menghapus gambar yang tidak sesuai memang disarankan untuk memakai pensil, tapi bagi yang suka langsung jadi tanpa takut salah bisa menggunakan pulpen seperti yang saya gunakan J. Setelah semua peralatan menggambar siap, proses menggambar/ mensketsa bisa langsung dilakukan. And taraa hasilnya seperti ini :
Hasil sketsa gambar kupu-kupu dari helm hijau ke sketch book J
Bagian ketiga adalah bagian yang menurut saya paling sulit, mengapa paling sulit? Selain memakan waktu yang lebih lama untuk menentukan komposisi warna yang pas dan cocok juga pengaplikasian warna tersebut ke objek gambar hingga ke detail gambarnya. Hal ini terbukti dari proses sketsa gambar yang hanya memakan waktu sekitar 5 – 7 menit, namun proses pewarnaan bisa mencapai waktu 1 jam. Ok, pensil warna yang saya gunakan adalah Mitsubishi Colored Pencils 36 colors No. 880 yang kebetulan dibawa langsung dari Jepang oleh kakak saya sebagai oleh-oleh untuk saya 3-4 tahun yang lalu (sudah sangat lama tidak dipakai, sebelum dipakai dirautin semua dulu karena pensil warnanya seperti berjamur hehehe).



Warna-warna yang saya gunakan untuk pengaplilkasian ke objek gambar adalah black, silver, grey, pink, rose red, dan light orange, serta reddish brown untuk dahan pohon dan deep green untuk tambahan daun jatuh. Hasilnya seperti ini :
Gambar kupu-kupu hasil pewarnaan saya beri judul “Butterfly picture in my green helmet“

Oke..semoga bermanfaat. Selamat berakhir pekan, selamat berkumpul dengan keluarga, selamat jalan-jalan, selamat makan-makan J.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keseruan Rafting @ Songa


Akhirnya setelah sempat tertunda beberapa kali, sampai sempat keduluan One Day Trip to Gili Labak, rencana rafting pun terlaksana jugaaaa :D :D, Alhamdulillaahh J . Personil yang ikut pun beda dari rencana semula yang awalnya bareng temen-temen satu angkatan masuk kerja, tapi kini perginya bareng temen-temen satu Kompartemen Riset yaitu Eva, Uus, Uut, Gunar, Mas Ricky, ditambah Brian.
      Rencana rafting fix diputuskan ke SONGA di daerah Probolinggo. Setelah mencari berbagai info dari internet dan tanya-tanya tentang paket rafting yang paling kece, akhirnya diputuskanlah, kami memilih paket “Songa  Beautiful Trip (Songa Atas)”. Sebenarnya ada beberapa macam paket rafting antara lain:
  • Songa Incredible Trip (Songa Bawah)
  • Songa Fantastic Trip (Songa Tengah)
  • Songa Beautiful Trip (Songa Atas)
  • Songa Extreme Trip (Atas-Tengah, 17 km)
  • Songa Expedition Trip (Songa Atas-Bawah, 29 km)

   Untuk info lebih lanjut, bisa langsung dilihat ke webnya aja deh ya. Ini nih: www.songarafting.com biar gak dikira promosi hihihihi.
    Kenapa dipilih paket “Songa Atas”? Awalnya waktu konsultasi sama mas bagian marketingnya, untuk kami yang sebagian besar baru pertama kali rafting, sebaiknya mencoba “Songa Bawah” dulu , lagipula harganya juga yang paling murah :p. Tapi kata si Gunar, mendingan langsung “Songa Atas” aja yang view-nya katanya lebih oke, lagipula arusnya juga paling gak terlalu deras. Jadilah diputuskan memilih paket “Songa  Beautiful Trip (Songa Atas)” seharga IDR 230.000 / orang (udah termasuk diskonan dari masnya ;)).
         Yak, karena belum ada yang punya mobil pribadi, jadi untuk transportasinya kami menyewa mobil. (Semoga bisa segera beli mobil ya Allah biar bisa jalan-jalan pake mobil sendiri, Aaamiinn,,hehehe ^,^). Kami berangkat dari Gresik pukul 6 pagi, lalu mampir sarapan di daerah Bangil makan NASI PUNEL. Katanya sih makanan khas daerah situ. Kenapa dinamakan Nasi Punel? Ya karena emang nasinya punel alias ‘agak lembek’. Lauknya kita bisa memilih sendiri mau pake paru, ayam, jeroan, dll. Saya sih lauknya pake paru ajah :D. Satu porsi nasi punel seharga 18k, rasanya lumayanlah buat mengisi perut. Ini nih penampakan NASI PUNEL:
    
Nasi Punel komplit dengan lauk paru goreng, yummiyy :9
 Setelah selesai sarapan, perjalanan terus dilanjutkan. Dan akhirnya kami sampai di tempat tujuan pukul 09.30. Setelah mengonfirmasi nama saya sebagai pemesan paket rafting-briefing dari pihak Songa-pemakaian peralatan rafting (life vest, helm, & dayung), kami langsung diangkut menggunakan mobil pickup menuju sungai tempat rafting. Karena satu perahu hanya cukup untuk maksimal 6 orang ditambah 1 orang guide, sedangkan kami ada bertujuh, akhirnya perahu kami dibagi menjadi dua. Di perahu pertama ada Saya, Uus, Gunar, dan Mas Ricky. Sedangkan di perahu kedua ada Eva, Uut, dan Brian.
Beberapa aturan dan tanda-tanda selama rafting dijelaskan cukup jelas oleh mas guide, berdoa, kemudian berangkat. Untuk awal-awal masih biasa, arusnya tidak deras dan hanya sedikit guncangan. Pertama jujur terasa flat saja. Sampai akhirnya arus mulai agak deras dan melewati beberapa batuan besar, adrenalin mulai sedikit terpacu dan teriakan mulai terdengar kemana-mana. Keseruan semakin bertambah ketika kami melewati bawah air terjun dan kami harus terkena derasnya terpaan air terjun yang langsung mengenai wajah kami. Uwaahhh,,,antara kesel tapi mengasyikan. Yang bikin bete cuma satu, air terjun tersebut sudah terkontaminasi oleh “guano” alias kotoran kelelawar yang banyak bertengger di pinggiran sekitaran air terjun. Baunya itu lhooo....ngganggu :<.. Kemudian, di satu spot yang bisa dibilang mungkin ‘top spot’nya, kami langsung diberitahu untuk siap-siap difoto ‘semi candid’ (kalo saya sih nyengir terus, jadi setiap foto yang keambil selalu ngliat kamera dengan pose kece :P). Ini beberapa foto kami:





Puncaknya adalah saat itu musim hujan dan kami sempat terkena hujan yang lumayan deras. Tapi justru dengan adanya hujan tersebut semakin menambah keseruan rafting kami :D. Perjalanan rafting yang kurang lebih memakan waktu dua jam, berasa sangat tidak ada apa-apanya karena kami merasa sangat kurang dan pengen lagi, hahahaha. Seriusan, pengalaman rafting pertama kali saya sangat memuaskan dan gak cukup sekali :P. Kapan-kapan bolehlah rafting lagi di tempat yang berbeda :D :D. Setelah puas basah-basahan, lalu bersih-bersih diri, makan siang yang sudah termasuk paketan rafting, kami pun pulang dengan hati senang :D :D :D.
Beberapa tips:
  •    Bawa camilan yang banyak supaya gak kelaparan selama perjalanan
  • Sebaiknya pakai sandal gunung supaya tidak licin (saya pakai sandal jepit aja jadinya agak useless karena ujung-ujungnya disuruh nyeker karena takut keplesetè cus langsung beli sandal gunung :p)
  • Pakai sunblock biar gak gosong :D
  •  Happy Traveling ***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

One Day Trip to Gili Labak


Setelah rencana rafting bulan lalu yang gagal, akhirnya tergantikan juga dengan one day trip to Gili Labak di weekend liburan satu suro lalu. Memang karena kesibukan masing-masing personil yang berbeda-beda (duileh, sok sibuk banget :p), jadinya rencana one day trip ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Seperti biasa, sang promotor kami yang hobi banget traveling, Agung, langsung memberikan serentetan info dari mulai selebaran paket GiLa (Gili Labak), pesan berantai antara Agung dan mas2 paketan GiLa, jadwal perjalanan, dll. Jadi yang kami bahas tinggal bagaimana transportasi dari Gresik ke Sumenep saja (kalo saya mah lebih ikut iyes-iyesnya aja deh, hahaha). One day trip to Gili Labak ini kami ikut Paket Gila dari Aatira Adventure (sekalian promosi lah yaa, soalnya emang paketnya memuaskan ;)). dengan harga IDR 2.350.000 / 10 orang, kami dapat fasilitas transportasi Kalianget – Gili Labak PP, wisata 4 pantai Pulau Gili Labak, wisata snorkeling (sudah termasuk peralatannya), tour guide satu orang, makan 3x/ orang, plus menginap semalam di guest house (jadi bener-bener promosi nih :D).
Karena kami berdomisili di Gresik, option terbaik dari hasil diskusi tentang transportasi Gresik – Sumenep adalah dengan menyewa mobil. Berangkat dari Gresik hari Jumat sekitar pukul 21.00 menuju Sumenep dengan menyeberangi jembatan Suramadu (biaya IDR 30.000 untuk tiket masuk) dan sampailah sekitar pukul 01.30 (perjalanan ±4,5 jam), sesampainya di Sumenep, kami langsung disambut mas-mas paketan GiLa (aduh maap gatau nama masnya ^,^v) dan tinggal-lah semalam kami di guest house-nya untuk istirahat sejenak sebelum melakukan perjalanan keesokan harinya.
Guest house-nya lumayan bagus, bersih, ibunya baik banget pula J

Sekitar jam 4 subuh pintu kami (saya dan Ruri ~ dua orang wanita di kelompok ini :D) sudah di gedor-gedor untuk Sholat Subuh dan sarapan, lalu persiapan perjalanan selanjutnya, penyeberangan Pelabuhan Kalianget – Pelabuhan Kombang yang hanya ditempuh sekitar ±10 menit. Sesampainya di Pelabuhan Kombang, Kecamatan Talango, masih dilanjutkan lagi perjalanan darat menuju ujung tempat di Kecamatan Talango ini menuju Pulau Gili Labak (tujuan utama kami!!). Karena waktu itu (sekitar pukul 6.00-6.30) air laut masih surut, maka kami harus menunggu sekitar pukul 08.00 sampai airnya pasang dan kami bisa menyeberang Pulau Gili Labak. Tidak mau kehilangan momen hanya untuk menunggu, jalan-jalan lah kami di sekitar situ dan foto-foto tentunya :3.
Pada akhirnya jam 08.00 pun tiba, air sudah mulai pasang, persiapan memakai safety jacket, perahu kami pun siap berangkat ^.^/. Perjalanan via perahu motor menuju Pulau Gili Labak sekitar 1,5 jam ditambah terombang-ambing di atas perahu yang membuat perut mual (hati-hati bagi Anda yang suka mabuk laut, dijamin bakalan muntah seperti saya :p). Tapi perjalanan yang cukup memakan waktu dan rasa mual yang agak lebay, langsung tergantikan dengan keindahan pulau Gili Labak. Yeah...it’s like a hidden paradise.

Tujuan utama sampai Pulau ini adalah untuk ber-snorkeling ria :D. Setelah mempersiapkan peralatan untuk snorkeling, sedikit pemanasan, lalu siaplah kami meluncur. Karena ini merupakan kali pertama saya ber-snorkeling, jadi ini pengalaman baru buat saya, dan cukup seru!! Merasakan susahnya bernapas menggunakan mulut - susahnya masuk ke dalam air mencari spot terumbu karang yang bagus untuk berfoto karena massa jenis air laut yang lebih tinggi daripada berat badan saya – merasakan tertelannya air asin ke mulut – merasakan capeknya ‘berenang’ mendekati teman-teman yang sudah jauh duluan berenang ke depan – merasakan perihnya kaki karena ketusuk terumbu karang. But it’s totally very-very great weekend with a great friends. Thank you guys :D :D.

Snorkeling melihat keindahan terumbu karang
Beberapa tips:
*    Jangan lupa bawa makanan dan cemilan-cemilan untuk persediaan selama di Pulau Gili Labak, karena persediaan cemilan kami habis sebelum sampai di Pulau Gili Labak L
2  *  Minum obat anti mabuk selama perjalanan menuju Pulau Gili Labak, seriusan terombang-ambing di laut selama ±1 jam membuat perut mual dan bergejolak hebat -_-
3   *  Pakai sun block sebanyak-banyaknya untuk badan dan wajah (secukupnya aja deh :p), dan siap-siap sepulangnya dari Pulau Gili Labak bakalan terlihat perbedaan wajah antara before-after nya hihihihi
4   *  Kalau mau tetep update di social media, pake provider yang diiklankan oleh Omesh atau Sule, karena dua provider itu yang sinyalnya bagus di Pulau ini :D
5    *  Happy travelling :D :D 
P
      Picture’s taken by: Agung & Yadi’s camera, Ruri’s Iphone
Dari awalnya paketan buat ber-11, cuma 8 orang personil yang berangkat: Agung, Ruri, Yadi, Akbar, Vebi, Iyan, Aping, Ajenk ;D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HAPPY IED MUBAROK 1435 H

Manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, demikian pula dengan saya. Mungkin banyak salah kata yang terucap maupun kalimat yang kurang berkenan, atas nama beegreeny.blogspot.com, saya ingin mengucapkan: TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM, TAQOBBAL YAA KARIIM.

HAPPY IED J J J. KEEP HEALTHY AND STAY YOUNG ;D 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

#Jelajah Gresik: Wisata Kuliner di Bebek Goreng Karunia

Sudah berjalan hampir enam bulan saya berdomisili di Kota Gresik, tapi gak ada satu pun tulisan yang mengangkat tempat saya tinggal sekarang. Sedikit demi sedikit saya akan mencoba menelusuri sekitar Gresik ini deh. Waktu posisi saya di Jogja nih ya (lahir dan besar di Jogja), dibandingkan dengan teman saya yang pendatang dari daerah lain biasanya malah lebih tau dan lebih jeli lho untuk tempat-tempat wisata, tempat makan, dll (wah,jadi malu ama kota kelahiran sendiri gak ngerti apa-apa :p). Nah, sekarang ini saya pengen memposisikan sebagai pendatang nih (ya emang pendatang -_-) yang bisa mengeksplor kota tempat saya tinggal sekarang. Ya, mau tempat wisatanya, tempat makannya, apa aja deh yang unik-unik. Cekidot ;).
Karena saya suka makan, jadi postingan pertama adalah tentang kuliner di Gresik hihihi. Oke baiklah, langsung saja, wisata kuliner pertama jatuh ke restoran “KARUNIA” atau temen saya yang asli Gresik bilangnya langsung “BEBEK KARUNIA”. Padahal di judul daftar menunya: ‘Ayam-Bebek Goreng Sambal Pencit’, tapi sepertinya menu “Bebek” lebih ditonjolkan di restoran ini, ditambah lagi gambar ‘2 bebek’ di daftar menunya sukses membuat daging bebek jadi primadona :D.


Restoran ini beralamatkan di jalan Veteran 110 A, Gresik. Gampangnya tuh ikutin aja jalan menuju Surabaya kalau dari arah Gresik, lurus terus sampai ketemu pom bensin terus putar balik, ikutin jalan teruuss, si “Bebek Karunia” ada di kiri jalan. Seperti yang udah saya jelaskan sebelumnya, di restoran ini selain menyediakan bebek, juga menyediakan ayam dan beberapa aneka masakan laut seperti udang, cumi-cumi, dan kerang. Langsung aja kita lihat daftar menunya di bawah ini:


Dan saat itu saya memesan nasi bebek goreng super (18k) dan minum es teh manis (3k).  Kalau kata temen saya sih, Bebek Karunia ini termasuk bebek yang paling enak di Gresik. Saya sih percaya aja sampai saya mencoba sendiri bebek ini...jreng jreng  jreng....daaaannnnn bebek ini emang maknyuss,,dagingnya empuk, bumbunya kerasa banget, sambelnya juga mantab ^^b. Jadi memang gak salah kata temen saya yang bilang bebek ini termasuk bebek yang paling enak di Gresik, tapi kalau saya belum bisa bisa bilang paling enak sih, kan belum nyobain daging ‘bebek-bebek’ yang lain :D. Kalau disuruh rekomendasi restoran ini dari bintang 1(*) sampai 5(*****), saya kasih **** deh J. Cuma satu yang disayangkan, porsinya dikit haha :P.  Yang belum pernah nyobain makan bebek ini, monggo dicobain, gak bakal nyesel deh :D.

Satu porsi nasi bebek goreng super
Es teh manis
Suasana tempat makannya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Edisi Mbolang #5: Perjalanan Dadakan ke Negeri Seribu Satu Larangan

Jumat, 7 Maret 2014. Edisi mbolang #5 saya versi dadakan nih :D. Jadi ceritanya berawal dari acara training bankir kakak saya di Singapore. Awalnya Ibu saya yang ditawarin nyusul ke Singapore, tapi berhubung Ibu saya gak bisa ikut, saya iseng aja langsung protes ke kakak saya kenapa saya gak ikutan ditawarin nyusul ke sana. Dan langsung saja kakak saya bilang, “Kalau mau nyusul ya nyusul aja tapi beli tiket sendiri”. Wah ditawarin nyusul ya saya langsung sumringah, cuzz langsung cari tiket promo. Sebenernya agak galau juga sih waktu fixed mau memutuskan jadi nyusul atau gak, alasannya karena bulan ini saya mau ikutan les toefl, jadi butuh pengeluaran extra juga. dan setelah mempertimbangkan dari segala aspek (salah satu pertimbangannyannya saya cuma butuh modal tiket ama uang saku aja buat ke Singapore, akomodasi udah ditanggung kantor kakak saya *nebeng ceritanya :p*, karena salah satu anggaran terbesar saat kita traveling adalah di bagian akomodasi, betul tidak??), akhirnya saya putuskan untuk nyusul ke Singapore!! \^.^/. Emang asyiknya traveling ke negara ASEAN adalah gak perlu pake visa, jadi mau beli tiket 2 jam sebelumnya juga bisa (ekstremnya sih gitu :p). Dan tampaknya memang saya lagi beruntung, dapet tiket PP direct Surabaya - Singapore 1 jutaan aja, Alhamdulillah :D. Yang ngerasa nyesek adalah transport Gresik-Surabaya (Bandara Juanda) + airport tax yang agak menguras biaya. Coba bayangin, naik taksi dari Gresik- Juanda sampai 200ribuan ditambah macet di jalan selama 2 jam T_T , untung aja flight saya jam 9.45 pm. Oke baiklah, kedongkolan yang lain adalah saat mau checking barang. Saya tahu sih kalau perjalanan luar negeri ada maksimal batasan barang bawaan berupa cairan yang boleh dibawa di kabin pesawat (hanya 100ml kalau gak salah). Tapi yang perlu digarisbawahi adalah waktu itu saya menganggap ‘cairan’ hanyalah  air minum (titik), tidak mempertimbangkan kalau beberapa kosmetik saya juga banyak yang berbentuk cairan. Alhasil, pindah deh tu pembersih, penyegar, cairan softlens, dan kawan-kawannya ke tangan petugas checking barang T.T. Tapi semua kedongkolan tadi tergantikan dengan bertemunya dengan salah satu artis senior Indonesia Jajang C. Noer di toilet :p.
Foto dengan artis senior, Jajang C. Noer

Perjalanan udara Surabaya – Singapore ditempuh dalam waktu ±2 jam saja. Berangkat pukul 9.45pm waktu Indonesia, sampai di Singapore pukul 1.05 am waktu setempat tentunya. Perbedaan waktu Indonesia – Singapore  1 jam. Pertama kali mendarat di “Negeri Seribu Satu Larangan” ini saya langsung disuguhkan pemandangan menawan dari Changi International Airport yang katanya merupakan bandara terbaik di dunia tahun 2013 versi skytrax. Dan dari beberapa bandara internasional yang pernah saya datangi, Changi International Airport memang okelah ;). Baiklah, karena gak ada bagasi, jadi setelah keluar bagian imigrasi saya langsung disambut lambaian tangan kakak saya dari kaca luar bagian kedatangan penumpang :D. Fiuhh...finally Singapore!! Menikmati keindahan malam ibukota Singapore dari dalam taksi, sepiii (dini hari sih -_-) sampai akhirnya kami tiba di hotel untuk istirahat persiapan jalan-jalan keesokan harinya ^,^/.
Changi International Airport

Sabtu, 8 Maret 2014. Yehaaa...saatnya berkeliling Singapore!! Setelah selesai sarapan, saya langsung diajak kakak saya menukar uang rupiah yang saya bawa dengan SIN$ (maklum, waktu di Indonesia belum sempet tuker valas). Oke, setelah menukar rupiah dengan valas setempat, akhirnya perjalanan pertama kami adalah ke Orchard Road. Oiya selama di Singapore, transportasi yang kami gunakan adalah menggunakan kereta MRT (Mass Rapid Transit), kalo gak mau nyasar memang harus punya peta negara ini sih, jadi waktu naik MRT gak bingung-bingung amat mau ke tempat tujuan. Orchard Road merupakan pusat retail dan hiburan di Singapore. Banyak mal-mal megah dengan berbagai toko yang menjual barang-barang branded di sini. Memang surganya para sophaholic. Tapi saya dan kakak saya cukup berjalan santai saja di jalanan ini tanpa ikutan belanja sambil berfoto-foto ria :D. Satu hal yang tidak boleh ketinggalan ketika berada di sini adalah mencicipi jajanan khas di sini yaitu es krim kotak (apalah ya namanya itu :p). Sebenarnya sih seperti es krim tong-tong biasa yang terlapis oleh roti tawar, hanya bedanya ia berbentuk kotak padat dengan rasa yang cukup beragam. Beberapa rasa es krim itu antara lain coklat, durian, choco chip, kacang merah, jagung manis, peppermint, mangga, dsb. Satu porsi es krim kotak seharga 1$ saja. Setelah puas menikmati es krim, kakak saya mengajak ke salah satu mal yang menjajakan popcorn yang katanya cukup terkenal di situ. Kalau kata kakak saya sih gak afdol kalau ke Singapore gak nyobain tuh popcorn. Nama popcorn tersebut adalah Garret Popcorn yang ada sejak tahun 1949!! :O. Memang terasa beda dengan popcorn biasanya, popcorn dengan rasa keju yang pekat dan karamel yang menggoda hmmhh :9. Akhirnya saya pun membawa 2 bungkus medium Garret popcorn seharga @8$. Selepas berjalan-jalan di Orchard Road, tujuan kami berikutnya adalah ke patung Merlion alias patung singa yang menjadi ikon negara ini, jadi jangan sekali-kali ngaku pernah ke negara ini kalau belum ke tempat ini hahahaha. Tapi jujur sebelum sampai di tempat ini ekspektasi saya berlebih tentang ukuran patung ini, tapi setelah sampai langsung di tempatnya saya agak kecewa karena ternyata ukuran patung ini tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Ya sudahlah yaa..yang penting bisa foto-foto :D :D. (Fyi, masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya sepeser pun seperti tiket masuk atau semacamnya). Dan akhirnya sampailah di tujuan akhir dari perjalanan kami: China Town!! Di sini adalah gudangnya oleh-oleh murah. Beberapa gantungan kunci, tas, dan coklat masuk ke tas belanjaan J. Dan setelah puas membeli oleh-oleh, ishoma, kami pun kembali ke hotel.
Sayangnya mbolang kali ini cuma satu hari satu malam saja, jadi masih banyak tempat yang belum dikunjungi seperti Universal Studio, Gardens By the Bay, dsb. Ya maybe next time kalau ada rejeki J.

Orchard Road
Es krim “kotak” dan Garret popcorn
Foto berbackground patung Merlion 
Berbelanja di China Town

Tips mbolang #5: selama perjalanan mbolang kali ini saya menggunakan flat shoes. Flat shoes ≠ jalan jauh. Yang ada adalah kaki saya lecet, memakai kaos kaki bisa sedikit membantu sih. Untuk perjalanan sering 'jalan kaki' lebih baik menggunakan sneaker atau sepatu sport agar lebih nyaman J. Happy Mbolang ;).    

Beberapa sumber tulisan: satu, dua, tiga, dan empat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kulineran @Nasi Goreng Jan***


Jalan-jalan pertama saya dan teman-teman ke Surabaya sejak pertama kerja hingga sekarang adalah kulineran ^0^!!. Like usual, karena saya sukanya kulineran, pas banget nih diajakin kulineran ke tempat makan yang punya menu “gak biasa”. Hmm..sebenarnya menunya sih nasi goreng biasa, tapi yang membuatnya unik adalah nasi goreng tadi disajikan langsung dari wajan tempat penggorengannya, dan kita makannya ngambil langsung dari wajan tadi. Satu wajan bisa untuk 5-6 porsi. Karena kami ada 10 orang, jadi kami pesen dua wajan, dan masing-masing wajan untuk dimakan 5 orang. Oiya, restoran ini bertempatkan di Surabaya Plaza Hotel yang beralamatkan di Jalan Pemuda nomor 31. Restoran ini memang spesial menyajikan menu ini, kalau orang-orang bilangnya sih nasi goreng janc*k. Konon katanya, setelah makan nasi goreng ini, kita akan misuh-misuh ngomong janc*k karena kepedesan. Memang ada dua macam level, level pedas dan super pedas (istilah pastinya gak tau juga sih :p). Dan kami pun memesan yang level pedas yang menurut saya dan nampaknya teman-teman sudah cukup “pedas”. Tapi sebenarnya level kepedasan tiap orang kan berbeda-beda, karena mungkin kebetulan threshold pedas saya dan teman saya sekampung halaman è (sebut saja Ian :p) cukup tinggi, jadi kami makan pun gak sampai yang heboh gitu, bahkan saya bisa nambah 3x lhoo hahaha,, dan karena kebetulan sama-sama dari Jogja dan doyan pedes itu, sampai-sampai nama daerah dibawa-bawa deh hihihihihi :p.
Oiya, kami memesan paket mbledoz 1 (130k) dan paket mbledoz 2 (175k), bedanya hanya di jumlah pitcher es tehnya. Jadi kalau paket mbledoz 1 isinya 1 wajan nasi goreng + 1 pitcher es teh, nah kalau paket mbledoz 2 isinya 1 wajan nasi goreng + 2 pitcher es teh. Karena makannya rame-rame ya jatuhnya lumayan murah lohh :D.
Ini dia penampakannya:

1 wajan nasi goreng janc*k

Let’s review about the taste. Soal rasanya yaa..enak sih bumbunya lumayan, isinya juga bervariasi ada daging ayam, telur orak-arik, telur dadar, lalapan, kerupuk, cabe, dll (sorry lupa apalagi hehe). Yang disayangkan hanya satu: kerupuknya CUMA ADA SATU!! Padahal satu wajan bisa dimakan untuk 5-6 orang -___-. Trus minumannya sih es teh biasa yaa dengan es batu yang buanyaakk (untuk meredam rasa pedas mungkin????). Foto 1 pitcher es teh kayak gini nih:


Kalau suka pedesnya nanggung-nanggung, bisa menghabiskan minuman banyak nih (jangan-jangan 1 pitcher bisa habis di gelonggong ^^v). Overall seru deh makan di sini, worth it lah antara harga, rasa, ‘n viewnya. Enjoy eating here yaaa ^0^,,,
Terakhir, ini dia foto para pelaku yang menghabiskan nasi goreng janc*k hihihihi


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...