Powered by Blogger.
RSS
Container Icon
Showing posts with label Mbolang. Show all posts
Showing posts with label Mbolang. Show all posts

Edisi Mbolang #5: Perjalanan Dadakan ke Negeri Seribu Satu Larangan

Jumat, 7 Maret 2014. Edisi mbolang #5 saya versi dadakan nih :D. Jadi ceritanya berawal dari acara training bankir kakak saya di Singapore. Awalnya Ibu saya yang ditawarin nyusul ke Singapore, tapi berhubung Ibu saya gak bisa ikut, saya iseng aja langsung protes ke kakak saya kenapa saya gak ikutan ditawarin nyusul ke sana. Dan langsung saja kakak saya bilang, “Kalau mau nyusul ya nyusul aja tapi beli tiket sendiri”. Wah ditawarin nyusul ya saya langsung sumringah, cuzz langsung cari tiket promo. Sebenernya agak galau juga sih waktu fixed mau memutuskan jadi nyusul atau gak, alasannya karena bulan ini saya mau ikutan les toefl, jadi butuh pengeluaran extra juga. dan setelah mempertimbangkan dari segala aspek (salah satu pertimbangannyannya saya cuma butuh modal tiket ama uang saku aja buat ke Singapore, akomodasi udah ditanggung kantor kakak saya *nebeng ceritanya :p*, karena salah satu anggaran terbesar saat kita traveling adalah di bagian akomodasi, betul tidak??), akhirnya saya putuskan untuk nyusul ke Singapore!! \^.^/. Emang asyiknya traveling ke negara ASEAN adalah gak perlu pake visa, jadi mau beli tiket 2 jam sebelumnya juga bisa (ekstremnya sih gitu :p). Dan tampaknya memang saya lagi beruntung, dapet tiket PP direct Surabaya - Singapore 1 jutaan aja, Alhamdulillah :D. Yang ngerasa nyesek adalah transport Gresik-Surabaya (Bandara Juanda) + airport tax yang agak menguras biaya. Coba bayangin, naik taksi dari Gresik- Juanda sampai 200ribuan ditambah macet di jalan selama 2 jam T_T , untung aja flight saya jam 9.45 pm. Oke baiklah, kedongkolan yang lain adalah saat mau checking barang. Saya tahu sih kalau perjalanan luar negeri ada maksimal batasan barang bawaan berupa cairan yang boleh dibawa di kabin pesawat (hanya 100ml kalau gak salah). Tapi yang perlu digarisbawahi adalah waktu itu saya menganggap ‘cairan’ hanyalah  air minum (titik), tidak mempertimbangkan kalau beberapa kosmetik saya juga banyak yang berbentuk cairan. Alhasil, pindah deh tu pembersih, penyegar, cairan softlens, dan kawan-kawannya ke tangan petugas checking barang T.T. Tapi semua kedongkolan tadi tergantikan dengan bertemunya dengan salah satu artis senior Indonesia Jajang C. Noer di toilet :p.
Foto dengan artis senior, Jajang C. Noer

Perjalanan udara Surabaya – Singapore ditempuh dalam waktu ±2 jam saja. Berangkat pukul 9.45pm waktu Indonesia, sampai di Singapore pukul 1.05 am waktu setempat tentunya. Perbedaan waktu Indonesia – Singapore  1 jam. Pertama kali mendarat di “Negeri Seribu Satu Larangan” ini saya langsung disuguhkan pemandangan menawan dari Changi International Airport yang katanya merupakan bandara terbaik di dunia tahun 2013 versi skytrax. Dan dari beberapa bandara internasional yang pernah saya datangi, Changi International Airport memang okelah ;). Baiklah, karena gak ada bagasi, jadi setelah keluar bagian imigrasi saya langsung disambut lambaian tangan kakak saya dari kaca luar bagian kedatangan penumpang :D. Fiuhh...finally Singapore!! Menikmati keindahan malam ibukota Singapore dari dalam taksi, sepiii (dini hari sih -_-) sampai akhirnya kami tiba di hotel untuk istirahat persiapan jalan-jalan keesokan harinya ^,^/.
Changi International Airport

Sabtu, 8 Maret 2014. Yehaaa...saatnya berkeliling Singapore!! Setelah selesai sarapan, saya langsung diajak kakak saya menukar uang rupiah yang saya bawa dengan SIN$ (maklum, waktu di Indonesia belum sempet tuker valas). Oke, setelah menukar rupiah dengan valas setempat, akhirnya perjalanan pertama kami adalah ke Orchard Road. Oiya selama di Singapore, transportasi yang kami gunakan adalah menggunakan kereta MRT (Mass Rapid Transit), kalo gak mau nyasar memang harus punya peta negara ini sih, jadi waktu naik MRT gak bingung-bingung amat mau ke tempat tujuan. Orchard Road merupakan pusat retail dan hiburan di Singapore. Banyak mal-mal megah dengan berbagai toko yang menjual barang-barang branded di sini. Memang surganya para sophaholic. Tapi saya dan kakak saya cukup berjalan santai saja di jalanan ini tanpa ikutan belanja sambil berfoto-foto ria :D. Satu hal yang tidak boleh ketinggalan ketika berada di sini adalah mencicipi jajanan khas di sini yaitu es krim kotak (apalah ya namanya itu :p). Sebenarnya sih seperti es krim tong-tong biasa yang terlapis oleh roti tawar, hanya bedanya ia berbentuk kotak padat dengan rasa yang cukup beragam. Beberapa rasa es krim itu antara lain coklat, durian, choco chip, kacang merah, jagung manis, peppermint, mangga, dsb. Satu porsi es krim kotak seharga 1$ saja. Setelah puas menikmati es krim, kakak saya mengajak ke salah satu mal yang menjajakan popcorn yang katanya cukup terkenal di situ. Kalau kata kakak saya sih gak afdol kalau ke Singapore gak nyobain tuh popcorn. Nama popcorn tersebut adalah Garret Popcorn yang ada sejak tahun 1949!! :O. Memang terasa beda dengan popcorn biasanya, popcorn dengan rasa keju yang pekat dan karamel yang menggoda hmmhh :9. Akhirnya saya pun membawa 2 bungkus medium Garret popcorn seharga @8$. Selepas berjalan-jalan di Orchard Road, tujuan kami berikutnya adalah ke patung Merlion alias patung singa yang menjadi ikon negara ini, jadi jangan sekali-kali ngaku pernah ke negara ini kalau belum ke tempat ini hahahaha. Tapi jujur sebelum sampai di tempat ini ekspektasi saya berlebih tentang ukuran patung ini, tapi setelah sampai langsung di tempatnya saya agak kecewa karena ternyata ukuran patung ini tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Ya sudahlah yaa..yang penting bisa foto-foto :D :D. (Fyi, masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya sepeser pun seperti tiket masuk atau semacamnya). Dan akhirnya sampailah di tujuan akhir dari perjalanan kami: China Town!! Di sini adalah gudangnya oleh-oleh murah. Beberapa gantungan kunci, tas, dan coklat masuk ke tas belanjaan J. Dan setelah puas membeli oleh-oleh, ishoma, kami pun kembali ke hotel.
Sayangnya mbolang kali ini cuma satu hari satu malam saja, jadi masih banyak tempat yang belum dikunjungi seperti Universal Studio, Gardens By the Bay, dsb. Ya maybe next time kalau ada rejeki J.

Orchard Road
Es krim “kotak” dan Garret popcorn
Foto berbackground patung Merlion 
Berbelanja di China Town

Tips mbolang #5: selama perjalanan mbolang kali ini saya menggunakan flat shoes. Flat shoes ≠ jalan jauh. Yang ada adalah kaki saya lecet, memakai kaos kaki bisa sedikit membantu sih. Untuk perjalanan sering 'jalan kaki' lebih baik menggunakan sneaker atau sepatu sport agar lebih nyaman J. Happy Mbolang ;).    

Beberapa sumber tulisan: satu, dua, tiga, dan empat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Edisi Mbolang #4: Berbagai Kedongkolan Selama Perjalanan Malaysia-Osaka

Sumber: klik di sini

Yak, seperti janjiku di Edisi Mbolang #1, aku bakalan nyritain edisi mbolangku ke luar negeri. Negara yang dituju adalah JEPANG!! Yuhuu,, that was 2nd time I was there. Acara mbolang kali ini dikarenakan tugas yang harus ku-emban *halah :p. Yak langsung aja, dengan tiket promo dari Ai* As*a, tiket yang diperoleh mengatakan bahwa aku berangkat dari Bandara Adi Sumarmo Solo dulu (sayang tiket dari Jogjanya gak dapet, untung aja deket :) ), dilanjutin transit di Malaysia dulu, baru deh berangkat ke Jepang. Flight Solo-Malaysia adalah jam 09.00, sementara check-in untuk keberangkatan internasional biasanya 2 jam sebelumnya, alhasil berangkat dari Jogja jam 5 pagi *hoaamm*. Mandi pagi-pagi, solat subuh di rumah, dan berangkatlah ke Solo dianterin Mima, Distya, ‘n sopir kantor Mima :D. Sesampai di Adi Sumarmo, ternyata masih sepi nyenyet (sepi banget), *ngek, tapi yasudahlah, bisa foto-foto dulu dan gak terlalu kemrungsung :D.  Akhirnya jam 7 teng, langsunglah aku berpisah dengan para pengantarku *halah :p, dengan melambaikan tangan, akhirnya aku masuk ke dalam :). Setelah lewat security check, check-in deh ke dalam, oh iya ni maskapai penerbangan agak gak oke coz sesampainya di Malaysia buat transit, aku kudu keluar dari imigrasi-ambil bagasi sendiri-check in lagi-masuk imigrasi lagi-baru deh masuk ruang tunggu hadehh -____-“ (ya gapapa deh, promo ini :p). Dan yang tak dinanya-nanya lagi ternyata jatah bagasiku kelebihan 1 kg!! WHAT?? Malesin banget kudu ngudar-udari barang mindahin ke tas ransel mana cm 1 kg lagi,,, hahahahaha (gue stress :p). Yawes, dengan berbagai kegalauan selama menunggu pesawat take off, akhirnya masuk juga deh ke pesawat :D. Btw, selama perjalanan Solo-Malaysia gak ada cerita menarik sih, standar aja, hehe.
Sesampai di Malaysia, seperti yang dah kubilang sebelumnya, keluar imigrasi-ambil bagasi-check in-masuk imigrasi lagi-masuk deh ke ruang tunggu. Buset dah di Malaysia rada ketat pengamanannya, bawa air mineral aja gak boleh diminum langsung di tempat, tapi kudu keluar lagi dari security checknya -__-. Yah emang sih, kalo perjalanan luar negeri berbagai bentuk cairan, baik berupa minuman maupun apapun itu forbidden alias dilarang buat dibawa ke pesawat, biasanya cuma boleh berapa liter gitu, ya asal tau “tempat” pas bawanya. Bisa sebenernya nyolong2 bawa minuman hehehe *evil smile ;>.
Oke lah, sampailah masuk ruang tunggu. Krik-krik-krik, jarang ada orang Indonesia, banyakan orang Jepang yang mau balik ke negara asalnya kayaknya, ‘n beberapa orang Malaysia yang mau ke Jepang. Hmmm, mau SKSD tapi basa inggris pas-pasan, basa jepang apalagi, gak dong, ngertinya cuman Konnichiwa ma Arigatou doank hahahaha XD. Yaudah, nungguin boarding selama ±30 menit terasa hampa *lebayyy. Eh tapi tau-tau di menit-menit terakhir ada bapak-bapak separuh baya, ya sekitaran usia 50-an yang kalo diliat dari wajahnya adalah orang Jepang, tiba-tiba ngajakin ngobrol tapi dengan bahasa indonesia LANCARR!! WOW, saya tertipu hahahaha. Mana kutanyain asalnya darimana, ngakunya dari Bali dan katanya gak ada keturunan Jepang sama sekali. Tapi aku tetep gak percaya ma tu bapak, dan akhirnya setelah agak aku jok-joki (alias sedikit memaksa) akhirnya bapaknya ngaku, “ya ada keturunan Jepang sedikitlah mbak”. Finally pak,pak, mau ngaku jugaa hahaha *menangg *\^,^/*.  
Setibanya di atas pesawat, perjalanan Malaysia-Osaka berangkat pukul 15.00 waktu Malaysia dan sampai di Osaka pukul 22.30 waktu Jepang. Selama di pesawat sungguh deh, boseenn banget rasanya,, tidur gak ngantuk, baca majalah udah selese dibaca, mau ngobrol ma sebelah mpe udah keabisan bahan obrolan, ngek-ngok deh kalo perjalanan sore-malem, palagi liat jam ternyata masih jam segitu-gitu aja lagi karna jam juga blom disetting ke waktu setempat juga, jadi berasa lamaaaaa bangeet tu perjalanan -___-“. Yah sudah, dinikmatin aja deh.
Dan akhirnya tiba juga di Osaka International Airport (Thanks God, Alhamdulillah ya Allah,,, :))). Tapi tunggu dulu keempetan (kedongkolan) blom berakhir sampai disitu...T__T, apalagi cobaaa???,,Pas mau masuk imigrasi Jepang, kan kudu ngisi embarkation card, nah biasanya maskapai yang aku tumpangi itu (2nd time ini) suka bagi-bagi embarkation card ‘n semacam kartu bebas kriminal gitu deh di dalem pesawat, nah tapi waktu itu di pesawat aku gak dikasih. Dan usut punya usut ternyata ceritanya begini è flashback waktu di pesawat. Mas-mas sebelah kananku (orang Malaysia) waktu dikasih embarkation card ma kartu bebas kriminalnya sama mbak-mbak pramugari, ternyata dia MENOLAK, entah dengan alasaan apa. Dan waktu itu aku liyer-liyer setengah sadar waktu mbaknya ngasih ntu kartu, jadi menurutku karena si mas-mas orang Malaysia sebelahku dikirain mbak pramugarinya “satu paket” ma aku (kayaknya pengaruh serupa wajah ASIA kali yaa..) dan alhasil aku juga gak dapet ntu kartu. Hal itu terbukti karena sebelah kiriku yang orang Jepang dikasih tu kartu huaaaa... si masnya plisss dehhh @______@.
Back lagi kita :D. Finally jadinya pas mau masuk imigrasi kudu ngisi embarkation card dulu, baru deh ngantri mau masuk imigrasi.. Dan parahnya lagi, ditanyain macem-macem lagi ma petugas embarkasinya, kenapa di Jepang lama banget (ambil visa buat stay di Jepang yang 90 hari, tapi cuma kepake 35 hari aja, coz adanya yang 15 hari ‘n 90 hari), padahal statusku adalah “employee” (status palsu,hehehe), mau ngapain, dll. Tapi untungnya dia mengerti dengan berbagai alasan yang kubuat (tapi ini gak bohong lhoo :D). Akhirnya pun aku keluar imigrasi dengan selamat :D.
Yak, sekian dulu cerita Mbolang di luar negeri. Sampai jumpa di edisi mbolang berikutnya...Semoga aja ada acara mbolang-mbolang keluar negeri lainnya ^,~b. Aamiin ya robbal’alamiin. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Edisi Mbolang #3: Dari Economy Class ke Bussiness Class

Yiiihaaaa,, welcome to edisi Mbolang #3. Keharusan mbolang yang ke-3 ini adalah karna aku mau ngurus visa di ibukota negara tercinta, Jakarta hohoho. Visa? Visa kemana? Visa ke Jepang donks ehehe, Alhamdulillah dapet kesempatan kedua mengunjungi negara ini :D, dengan misi yang berbeda. Kalo tahun lalu emang misi jalan-jalan sih, tapi tahun ini aku dapet misi bertugas selama 1 bulan buat ngurusin ponakan-ponakan, *yaa itung-itung belajar jadi ibu rumah tangga sih, toh juga mumpung lom kerja ini (di Edisi Mbolang #2 sebenernya aku dah ketrima di perusahaaan ritel tersebut, tapi karna ada kejadian yang benar-benar di luar kemampuanku, akhirnya kesempatan untuk bekerja harus “ditunda dulu”, toh aku yakin kalo Allah memberikan suatu keadaan pasti ada hikmah dibaliknya, yaa mungkin bisa ke Jepang lagi salah satunya :D).
Oke, transportasi yang aku gunain dalam perjalanan Yogya-Jakarta kali ini adalah pesawat terbang *mumpung dibayarin sama Pakde, ya tetep cari yang promo, economy class :p. Jujur aja, ya walaupun udah beberapa kali naik pesawat, tapi biasanya ‘kan sama ortu, kakak, dll. Jadi aku gatau urutan dari check in nyampe boarding tu ngapain aja karna semuanya dah diurus ma mereka, hahaha, so, ibuku ngejelasin deh urutan-urutannya aku harus ngapain. Akhirnya waktu boarding pun datang, aku pun segera masuk ke pesawat. Kalo di boarding pass sih aku dapetnya tempat duduk di sebelah jendela. Tapi sesampai di dalam pesawat, tempat dudukku dah ditempatin ma dua orang mbak-mbak :O,, mana yang bikin empet ‘n sebel lagi adalah kabin jatahku naro barang udah dipake semua, there’s no place for me at all :O. Mana aku bawa ransel gede + oleh-oleh ayam goreng yang juga segede gaban lagi *hahaha lebay kalo ini :p*. Dan akhirnya aku duduk di pinggir sambil nggrundel-nggrundel sendiri sama mbak-mbak di sebelahku #@#!!! Eh yang gak disangka-sangka... tiba-tiba ada mas-mas petugas bandara yang nanyain aku sama penumpang kursi seberangku, “Mbak, sendirian ato rombongan? Mau pindah duduk di depan?”. Hmm.. yaudah aku jawab aja “Mau”, daripada nggrundel-nggrundel gak jelas sama mbak-mbak ini selama 1 jam perjalanan Yogya-Jakarta, mending aku pindah, sapa tau tempat di depan lebih nyaman ‘n yang penting dapet jatah kabin yang gede buat naro tasku ini. Dan ternyataaaa...jreng-jreng-jreng. Aku gak hanya dapet tempat yang NYAMAN tapi NYAMAN BANGET & SUPER NYAMAN. Gimana enggak, yang tadinya aku dapet di economy class, tiba-tiba aku dapet jatah yang bussiness class, yuhuuu...Allah emang Maha Adil, Alhamdulillah J. Tempat duduk luas, terbatas, ada tempat pijakan kaki, kabinnya super gede *nyampe turah-turah :p, dsb. Hukum sebab-akibat tetep berlaku kawan J. Dan lucunya lagi sehari sebelum keberangkatan aku ma ibuku emang ngebahas tentang bussiness class di pesawat, kalo kata ibuku, “Itu lho yang tempat duduknya di depan sendiri, yang luas, yang gede” :D. Eh taunya aku sendiri ngerasain J. Dan perjalanan 1 jam itu pun kuhabiskan dengan nyaman dan santai. Alhamdulillah J.

Foto-foto sebelum tak off ehehehe :E

Thank you to mas-mas petugas bandara yang kasih option yg oke punya J

 Nb.:
Tips mbolang #3 è jangan suka ngambil ‘jatah’ orang lain demi keegoisan diri sendiri, inget hukum sebab-akibat J
Jangan takut untuk mbolang sendirian, yang penting berani, pede, ‘n jangan malu bertanya kalo emang lom tau apa-apa. Toh yang tadinya kita gak tau, kita jadi bakalan tau :D.

Lihat sebelumnya: Edisi Mbolang #2

Lihat selanjutnya: Edisi Mbolang #4

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Edisi Mbolang #2: Bandung Uyee

Yuhuuyy edisi Mbolang ke-2 nih. Dan ini terjadi karena keharusan jobseeker. Okay, mbolang ke-2 ini aku ke Bandung untuk alasan tes final di sebuah perusahaan ritel di sana. Ibu HRD nelpon aku hari Jumatnya, dan tes dilakukan untuk hari Senin, dan seperti biasa, aku langsung gelagapan kudu gimana haha, yaudah saat itu aku langsung telpon ibuku buat tanya pendapat beliau. Dan beliau pun langsung membolehkan aku pergi ke sana. Waktu itu aku berpikiran ongkos transportasi ditanggung perusahaan, jadi kalo mau tes kesana juga gak rugi, toh duitnya juga diganti, ya maklum masih pengangguran, walaupun masih dikasih uang jajan, tapi kan mahal ‘n eman-eman kalo buat transportasi Yogya-Bandung :E. Akhirnya siang hari sebelum juma’tan aku pun segera ke Stasiun Lempuyangan untuk membeli tiket kereta api yang murah (ekonomi wae ngirit hehehe), tentunya setelah tanya teman SMA yang sudah bekerja di Bandung kudu naik jurusan apa, biayanya berapa, ntar turun dimana, dll. Btw aku sekalian beli tiket PP biar gak usah pake acara nginep-nginep segala ntar ndak ngrepotin (ya walopun ada temen ‘n sodara yang di Bandung).
Hari minggu malem sekitar jam 08.00 aku berangkat dari Stasiun Lempuyangan, memang perjalanan malam adalah yang paling enak, gak bakal “capek” selama perjalanan karna waktu dihabiskan untuk tidur :3. Ohya, hal yang gak disangka-sangka dalam perjalanan Mbolang #2 ini adalah aku ketemu temen SMA-ku yang juga mau tes di Bandung juga, dia bersama dengan seorang temannya, yah beda perusahaan sih, tapi tujuan utamanya sama è Bandung :D. Wow how small this world ;9!! Dan lucunya lagi kami ada di satu gerbong dan hanya berjarak beberapa kursi saja satu sama lain :D. Hahaha, Alhamdulillah deh, agak tenang J.
Sekitar pukul 6/7 pagi kereta kami pun sampai, aku dan temanku turun di stasiun yang sama, yaitu Stasiun Kiaracondong. Karena jadwal tes di perusahaan ritel baru jam 10, aku pun siap-siap cuci muka, berganti pakaian, dan lain sebagainya. Clingg, dalam beberapa menit aku pun siap untuk melaksanakan tes di perusahaan ritel yang letaknya di jalan Sunda J. Memang sebelumnya aku dah minta tolong temen SMA-ku (Dyah) yang kerja di Bandung buat nganterin ke perusahaan itu (soalnya kalo naik angkot dll katanya susah dan bingung ngejelasin coz banyak jalan satu arah, dll), ya agak ngrepotin karna Dyah harus telat ngantor, (Thanks a lot Diy ^_^) dan sepulang dari tes pun Dyah juga nawarin aku buat istirahat di mess tempatnya tinggal, lagi-lagi thanks a lot buat Dyah, dan masih mau njemput aku juga buat nganterin ke messnya (tapi untungnya pas jam istirahat sih, jadinya ya agak ayem ma Dyah hehehe).
Selama menunggu jemputan Dyah seusai tes, Om-ku (Om Ujang) yang tinggal di Bandung pun bbm aku nyuruh mampir ke rumah beliau, tapi aku dah telanjur minta tolong Dyah sih, yasudah akhirnya biar adil, selama siang-sore aku “ngendon” di mess Dyah, terus sorenya Om Ujang jemput deh ke mess Dyah menuju rumah beliau. Lucunya lagi, mess tempat Dyah tinggal tu deket sama rumah temen anak Om Ujang, si Fahri, padahal awalnya Si Om bingung nyari-nyari mess Dyah ^0^. Setelah mengobrol panjang-lebar and say thanks ke Dyah, akhirnya aku dan Om Ujang pun pergi menuju rumah beliau.
Istirahat sebentar di rumah Om Ujang, mandi, makan, akhirnya aku pun pulang ke Yogya malem itu juga dengan dianter Om Ujang ke stasiun yang sama. Okee, di sini dulu kisah Mbolang #2 ku di Bandung. See you next time Bandung, see you at edisi Mbolang-mbolang selanjutnya :D.

Stasiun Kiaracondong

Thank you to Dyah, & Om Ujang yang udah memberi tempat berteduh ‘n nganterin J

 Nb.:
Tips mbolang #2 è masih sama kaya Tips mbolang #1, cari kenalan sebanyak-banyaknya pas di tempat tes, keuntungannya: jalin silaturahmi, dapet link, dapet temen baru, yang penting tetep keep contact satu sama lain.
Jangan sungkan buat minta tolong temen atau sahabat atau sodara yang ada di tempat tersebut, ya asal jangan kebangetan deh ehehehe, tau diri deh pokoknya J. Dan yang penting jangan lupa tawarin pertolongan balik kalo temen tersebut lagi butuh bantuan, ‘n jangan cuma “pas butuh” aja baru kontak-kontakan huhuyy, jalin silaturahmi terus setiap saat, setiap ada kesempatan. Yakin deh sama hukum sebab-akibat :D.

Lihat sebelumnya: Edisi Mbolang #1
Lihat selanjutnya: Edisi Mbolang #3

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Edisi Mbolang #1: Awal yang 'Agak Mengenaskan', Tapi Berakhir Bahagia

Yeyeyeye, aku mau cerita tentang seputar “mbolang”-ku ke beberapa tempat ah (p.s. mbolang means ‘mbocah petualang’ bukan bocah ilang yaa XD), kenapa aku pengen cerita? Karena jujur aja aku jarannggg banget pergi sendirian, terutama ke luar kota. Kalo pergi dalam kota sendirian mah dah biasa ya, tapi ini keluar kota dengan urusan tertentu coy, oh ya ada kisahku tentang ‘mbolang’ ke luar negeri lhoo, tunggu aja kelanjutannya (hahaha pede banget kaya ada yang ngikutin :p, gapapa deh pede daripada minder hahaha).
 Oke deh, langsung aja, cerita mbolang-ku yang pertama berawal dari undangan tes awal sebuah perusahaan kosmetik yang dilangsungkan di UNS, Solo. Kami bertiga (aku, Nida, Akhir) yang diundang untuk melaksanakan tes awal ini, tapi sayangnya jadwal kami berbeda. Nida dan Akhir punya jadwal tes yang sama, sedangkan aku hanya sendirian di hari yang berbeda pula, namun keuntungannya adalah: mereka berdua dapat jadwal tes duluan, jadi kalau aku mau tes di hari berikutnya bisa tanya-tanya harus naik apa, turun dimana, dan lain sebagainya.
Berbekal informasi dari Nida dan Akhir, keberanian, dan duit seadanya, akhirnya aku pun berangkat ke Solo menggunakan KRL Sri Wedari pukul 05.15* (jadwal kereta bisa dilihat di foto bawah). Aku sengaja menggunakan kereta pagi karena jadwal tes awal adalah jam 08.00, sedangkan kereta Yogya-Solo sebelum jam 08.00 adalah jam 05.15. Oke deh, pagi-pagi udah mandi, masih agak ngantuk ‘n dingin, tapi aku harus berangkat. Sesampai di stasiun Lempuyangan (stasiun terdekat dari rumahku), aku langsung parkir motor (motor ditinggal di stasiun) dan segera membeli tiket KRL tujuan Yogya-Solo seharga 20.000 rupiah. Perjalanan selama ±1 jam aku habiskan dengan bermain game di hape dan mendengarkan mbak-mbak di depanku yang lagi digodain mas-mas geje yang kayaknya kenalan mbaknya pas di kereta juga di hari-hari sebelumnya (jadi mbaknya udah sering digodain gitu hahaha), aku-nya sih cuek-cuek aja.
Akhirnya, tiba juga di Stasiun Balapan *nyanyi lagu Didi Kempot è Stasiun Balapan* XD. Setibanya disana aku langsung naik bus Atmo menuju UNS (satu kali perjalanan aja langsung nyampe, harga sekitar 3000 rupiah). Kata Nida, aku bisa langsung naik bis kampus menuju Fak. Psikologi (kalo ga salah tempat tesnya di Fak. Psikologi, lupa sih hehe), tapi ternyata bis kampus yang ditunggu-tunggu gak dateng-dateng, akhirnya aku langsung tanya-tanya ma pak satpam dimana letak Fak. Psikologi berada. Dan ternyata letaknya cukup jauh dari tempat kuberdiri saat itu. Dan si pak satpam emang menyarankan untuk naik bis kampus, namun sayangnya bis kampus kalo pagi-pagi banget lom dateng (padahal ya itu dah jam 7an, mahasiswa/i juga dah rame pada mau kuliah -___-“). Dan akhirnya daripada nungguin bis kampus yang gatau kapan datengnya, ‘n daripada aku telat masuk tesnya, yasudahlah kuputuskan untuk berjalan kaki sambil menikmati pemandangan kampus UNS pagi itu (toh masih pagi juga, itung-itung olahraga lah). Dan setibanya di Fak. Psikologi, keadaan di sana masih sepi nyenyet, yawes terpaksa nunggu hingga waktu tes dimulai.
Tes yang berjalan ±2,5 jam, akhirnya selesai juga sekitar pukul 11, dan aku inget kalo jadwal KRL terdekat adalah jam 11.30, waaa berarti aku harus sampai stasiun sebelum jam 11.30 :O. Oh iya pas tes aku dapet kenalan anak UNS, namanya Angga, kami sempet tuker-tukeran nomer hp juga, siapa tau suatu saat kami bisa saling bertukar informasi. Nah ngliat jarak Fak. Psikologi ke kampus bagian depan aja udah jauh, mana bis kampus ga nongol-nongol lagi, aku coba sms Angga siapa tau bisa minta tolong nganterin ke stasiun, yah at least nyampe depan kampus lah sampai aku bisa naik bis Atmo menuju stasiun. Dan ternyata Angga udah ditebengin temennya, walhasil nunggulah aku bis kampus nyampe dateng padahal waktu itu hati dah gak tenang banget kalo keretanya dah lewat gimana, coz jadwal kereta berikutnya adalah jam 15.00 (busset dah mau ngapain aku nunggu 3 jam yangg gak jelas itu huhuu). Akhirnya bis kampus pun dateng juga, cuzz untungnya bis Atmo langsung udah ada lagi ngetem, jadi ga perlu nunggu-nunggu lagi. Daaann, sesampainya di stasiun aku cepet-cepet lari dengan buru-buru karena dari depan stasiun udah kedengeran kalo kereta Pramex tujuan Solo-Yogya udah dateng... Jreng-jreng-jreng sesampainya di depan loket, si penjual tiket bilang, “Wah mbak, beli yang jadwal berikutnya aja yaa, ini keretanya barusan aja berangkat” WHATT???!!! Berarti kudu nunggu 3 jam-an lagi, sendiri, mau ngapain coba? Fiuuhh,, sambil sms temen2 yang ada di Solo, bbm-an sama kakak, pikiran-pikiran ‘mau ngapain’, ‘ntar gimana’ pun bermunculan. Dan ternyata temen-temenku di Solo lagi pada sibuk, “what a mess!!” Trus akhirnya pas bbm-an ma kakak, dia bilang suruh naik bis aja daripada nunggu 3 jam yang gak jelas itu. Ok deh, akhirnya kuputuskan untuk naik bis, tapi kudu tanya-tanya orang dulu terminal dimana, kudu naik apa kesono, dsb. Clingak-clinguk liat kanan-kiri kira-kira sapa yang bakal aku tanyain. Akhirnya kuputuskan tanya ibu-ibu di sebelah kiriku (hmm first impression ke ibu ini kayaknya serem ‘n gak ramah) eh, ternyata pikiranku 100% salah. Ibunya super baek banget ngasih tau aku kudu naik apa ke terminal, bayarnya berapa, dll (ibunya ternyata orang jogja juga yang gak tega liat sesama orang jogja juga kesasar, coz beberapa waktu yang lalu ibunya cuma bisa terdiam ngliat seorang anak jogja yang di”kesasarin” ma tukang ojek biar ongkosnya mahal, padahal bisa lebih murah kalo ga di”sasarin” ma tu tukang ojek, heleh-helehhh.... Alhamdulillah deh kalo gitu. Tengs deh buat ibu itu *hmm huruf depannya kalo gak salah Bu S.. (haduh lupa,, maaf buu).
Dan mbolangku hari itu diakhiri dengan sampainya aku di rumah eyangku dengan selamat hehehe. See you di mbolang-mbolang selanjutnyaa yaa hohoho ^0^      
Jadwal Keberangkatan Kereta

Thank you to Bu S, Akhir, Nida, Angga J


Nb.:
Tips mbolang #1 è cari informasi sebanyak-banyaknya tentang jadwal kereta, bus, angkot, berapa duit habisnya, tujuannya kemana, bisa dari teman yang udah pernah ke sana sebelumnya, atau teman yang emang tinggal di daerah tersebut, kalo gak juga bisa googling cari-cari informasi, make gps, dll.
Cari kenalan sebanyak-banyaknya, (terutama saat tes) kalo perlu tuker-tukeran no.hape, twitter, fesbuk, dll. Yakin, suatu saat pasti bermanfaat apakah untuk saling bertukar informasi tentang perusahaan yang bersangkutan atau ada tes perusahaan lain, ato siapa tau dapet jodoh XD (pengalaman saya, saat dapet kenalan kami saling bertukar informasi tentang tes yang ada di kota masing-masing, share pengalaman, dll, itu pun masih berlangsung sampai saaat ini J). Yang penting di sini adalah tetep terjalin silaturahmi J.  
Hati-hati n’ waspada ma orang yang baru dikenal itu perlu, tapi juga jangan berlebihan, seperlunya aja. Kalo lom kenal banget, jangan mau dikasih makanan ato minuman, ya antisipasi aja sih. Semoga bermanfaat :D.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...