Powered by Blogger.
RSS
Container Icon
Showing posts with label Masakan. Show all posts
Showing posts with label Masakan. Show all posts

#Jelajah Gresik: Wisata Kuliner di Bebek Goreng Karunia

Sudah berjalan hampir enam bulan saya berdomisili di Kota Gresik, tapi gak ada satu pun tulisan yang mengangkat tempat saya tinggal sekarang. Sedikit demi sedikit saya akan mencoba menelusuri sekitar Gresik ini deh. Waktu posisi saya di Jogja nih ya (lahir dan besar di Jogja), dibandingkan dengan teman saya yang pendatang dari daerah lain biasanya malah lebih tau dan lebih jeli lho untuk tempat-tempat wisata, tempat makan, dll (wah,jadi malu ama kota kelahiran sendiri gak ngerti apa-apa :p). Nah, sekarang ini saya pengen memposisikan sebagai pendatang nih (ya emang pendatang -_-) yang bisa mengeksplor kota tempat saya tinggal sekarang. Ya, mau tempat wisatanya, tempat makannya, apa aja deh yang unik-unik. Cekidot ;).
Karena saya suka makan, jadi postingan pertama adalah tentang kuliner di Gresik hihihi. Oke baiklah, langsung saja, wisata kuliner pertama jatuh ke restoran “KARUNIA” atau temen saya yang asli Gresik bilangnya langsung “BEBEK KARUNIA”. Padahal di judul daftar menunya: ‘Ayam-Bebek Goreng Sambal Pencit’, tapi sepertinya menu “Bebek” lebih ditonjolkan di restoran ini, ditambah lagi gambar ‘2 bebek’ di daftar menunya sukses membuat daging bebek jadi primadona :D.


Restoran ini beralamatkan di jalan Veteran 110 A, Gresik. Gampangnya tuh ikutin aja jalan menuju Surabaya kalau dari arah Gresik, lurus terus sampai ketemu pom bensin terus putar balik, ikutin jalan teruuss, si “Bebek Karunia” ada di kiri jalan. Seperti yang udah saya jelaskan sebelumnya, di restoran ini selain menyediakan bebek, juga menyediakan ayam dan beberapa aneka masakan laut seperti udang, cumi-cumi, dan kerang. Langsung aja kita lihat daftar menunya di bawah ini:


Dan saat itu saya memesan nasi bebek goreng super (18k) dan minum es teh manis (3k).  Kalau kata temen saya sih, Bebek Karunia ini termasuk bebek yang paling enak di Gresik. Saya sih percaya aja sampai saya mencoba sendiri bebek ini...jreng jreng  jreng....daaaannnnn bebek ini emang maknyuss,,dagingnya empuk, bumbunya kerasa banget, sambelnya juga mantab ^^b. Jadi memang gak salah kata temen saya yang bilang bebek ini termasuk bebek yang paling enak di Gresik, tapi kalau saya belum bisa bisa bilang paling enak sih, kan belum nyobain daging ‘bebek-bebek’ yang lain :D. Kalau disuruh rekomendasi restoran ini dari bintang 1(*) sampai 5(*****), saya kasih **** deh J. Cuma satu yang disayangkan, porsinya dikit haha :P.  Yang belum pernah nyobain makan bebek ini, monggo dicobain, gak bakal nyesel deh :D.

Satu porsi nasi bebek goreng super
Es teh manis
Suasana tempat makannya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kulineran @Nasi Goreng Jan***


Jalan-jalan pertama saya dan teman-teman ke Surabaya sejak pertama kerja hingga sekarang adalah kulineran ^0^!!. Like usual, karena saya sukanya kulineran, pas banget nih diajakin kulineran ke tempat makan yang punya menu “gak biasa”. Hmm..sebenarnya menunya sih nasi goreng biasa, tapi yang membuatnya unik adalah nasi goreng tadi disajikan langsung dari wajan tempat penggorengannya, dan kita makannya ngambil langsung dari wajan tadi. Satu wajan bisa untuk 5-6 porsi. Karena kami ada 10 orang, jadi kami pesen dua wajan, dan masing-masing wajan untuk dimakan 5 orang. Oiya, restoran ini bertempatkan di Surabaya Plaza Hotel yang beralamatkan di Jalan Pemuda nomor 31. Restoran ini memang spesial menyajikan menu ini, kalau orang-orang bilangnya sih nasi goreng janc*k. Konon katanya, setelah makan nasi goreng ini, kita akan misuh-misuh ngomong janc*k karena kepedesan. Memang ada dua macam level, level pedas dan super pedas (istilah pastinya gak tau juga sih :p). Dan kami pun memesan yang level pedas yang menurut saya dan nampaknya teman-teman sudah cukup “pedas”. Tapi sebenarnya level kepedasan tiap orang kan berbeda-beda, karena mungkin kebetulan threshold pedas saya dan teman saya sekampung halaman è (sebut saja Ian :p) cukup tinggi, jadi kami makan pun gak sampai yang heboh gitu, bahkan saya bisa nambah 3x lhoo hahaha,, dan karena kebetulan sama-sama dari Jogja dan doyan pedes itu, sampai-sampai nama daerah dibawa-bawa deh hihihihihi :p.
Oiya, kami memesan paket mbledoz 1 (130k) dan paket mbledoz 2 (175k), bedanya hanya di jumlah pitcher es tehnya. Jadi kalau paket mbledoz 1 isinya 1 wajan nasi goreng + 1 pitcher es teh, nah kalau paket mbledoz 2 isinya 1 wajan nasi goreng + 2 pitcher es teh. Karena makannya rame-rame ya jatuhnya lumayan murah lohh :D.
Ini dia penampakannya:

1 wajan nasi goreng janc*k

Let’s review about the taste. Soal rasanya yaa..enak sih bumbunya lumayan, isinya juga bervariasi ada daging ayam, telur orak-arik, telur dadar, lalapan, kerupuk, cabe, dll (sorry lupa apalagi hehe). Yang disayangkan hanya satu: kerupuknya CUMA ADA SATU!! Padahal satu wajan bisa dimakan untuk 5-6 orang -___-. Trus minumannya sih es teh biasa yaa dengan es batu yang buanyaakk (untuk meredam rasa pedas mungkin????). Foto 1 pitcher es teh kayak gini nih:


Kalau suka pedesnya nanggung-nanggung, bisa menghabiskan minuman banyak nih (jangan-jangan 1 pitcher bisa habis di gelonggong ^^v). Overall seru deh makan di sini, worth it lah antara harga, rasa, ‘n viewnya. Enjoy eating here yaaa ^0^,,,
Terakhir, ini dia foto para pelaku yang menghabiskan nasi goreng janc*k hihihihi


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mencicipi Selat Solo di "Selat Vien's"


Ceritanya, hari itu merupakan hari kedua kami akan melangsungkan tes di sebuah perusahaan makanan yang cukup besar dan terkenal di Indonesia. Berhubung tempat tes berada di UNS (Universitas Negeri Sebelas Maret) yang bertempat di Solo, mau tidak mau kami harus berangkat dari Jogja sekitar pukul 05.00-an menggunakan KRL menuju Solo, kereta yang ada adalah Sri Wedari (20k). Setiba di Kota Solo sekitar pukul 06.30-an, sarapan sebentar di dekat Stasiun Balapan, lalu melaju ke UNS untuk melangsungkan presentasi tentang CV dan beberapa tanya-jawab oleh beberapa direksi. Waktu itu kami bertujuh, saya, Distya, Nida, Nanet, Putri, Tyo, dan Ratna. Berbekal pengalaman hari pertama tes, hari kedua kami langsung ambil antrian awal, supaya bisa segera presentasi dan cepat pulang hehe. Ternyata benar, sekitar pukul 09.30 kami sudah selesai. Karena hari masih pagi, ditambah perut yang keroncongan, kami pun berjalan-jalan mencari makan. Seorang teman ingin sekali memakan selat solo, makanan khas kota ini, cuzz langsung kami mencari restoran yang menjual makanan khas ini. Sampailah kami di “SELAT VIEN’S” yang berlokasi di ruko Jl. Hasanuddin No.99 D & E, Banjarsari, Solo. Kata orang sih restoran ini menjual selat solo terenak. Ya sudah, langsung deh kami memesan selat daging cacah (7,5k) dan minum es teh juga es jeruk. Saya memesan sup matahari (5,5k) untuk dibawa pulang.
Untuk selat daging cacah rasanya enak, manisnya lumayan, berisi telur rebus, daging cacah, kentang goreng, buncis, wortel, timun, dan selada. Hmm, “penampakannya” hampir sama dengan bistik jawa lah. Sedangkan sup matahari isinya wortel, kentang digoreng tipis, dan daging semacam rolade yang dibalut telur dadar dan dibentuk menyerupai matahari, itulah sebabnya dinamakan sup matahari :D.  rasanya sih sama seperti sup-sup pada umumnya, tidak ada yang spesial selain bentuk rolade menyerupai matahari dan namanya saja.

Selat daging cacah

Sup matahari

Daftar menu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Demi Misoshiru @Takigawa Resto


Berawal dari niatan untuk memenuhi salah satu tahapan penelitian skripsi *halah opotoh*, saya bermaksud mengajak Distya untuk bertandang ke restoran ini dengan tujuan mencoba “miso shiru”. Karena sebelumnya dosen saya merekomendasikan bahwa untuk membandingkan produk penelitian saya nantinya, saya harus mencoba produk miso shiru asli yang berbahan dasar kedelai. Beliau langsung sebut nama “Takigawa”. Yak, pertama kali mendengar nama tersebut langsung terpikirkan “Japanese Restaurant bangeett”, dan cuzz sesempatnya saya sesekali lewat restoran tersebut, dari luar sudah nampak luxurious sekali, pertama yang ada dipikiran saya: “Wah, restoran mahal nih, kudu siapin kocek tebel demi kelancaran penelitian”. Dan yak, pada saat yang tepat akhirnya saya dan Distya bisa juga menyempatkan diri mampir ke restoran ini yang lokasi tepatnya ada di JL. Wolter Monginsidi, No. 23, Yogyakarta. Setibanya di dalam, set-set-set, langsung saya mencari-cari di daftar menu mana-dimana sang miso shiru berada. Dan akhirnya ketemu!! Awalnya saya hanya ingin memesan miso shiru saja, karena memang tujuan utama adalah mencari menu tersebut. Tapi yaa entah kenapa mata tetep aja jelalatan pingin coba menu lain *padahal duit pas-pasan, tapi teteeeepp ajaa :P* 
Dan pada akhirnya kami memesan 2 menu utama, yaitu salmon sushi seharga 55k dan nasi bakar campur (aduh lupa nama jepang ‘n harganya hahaha), dan 1 buah misoshiru sebagai dessertnya seharga 22k *loh ini malah tujuan utama tapi cuma jadi dessert doank :p*. Untuk minuman, Distya memesan 1 cangkir ocha (teh hijau) dan saya lemon tea ice.
Setelah menunggu beberapa menit sambil lihat suasana restoran yang cukup cozy and little obscure alias remang-remang, akhirnya makanan kami pun datang. Hmmm..salmon sushi yang tampak lezat, nasi bakar yang porsinya ternyata cukup GEDHE, dan semangkok miso shiru yang ditunggu-tunggu. Hmmm paling enak memang salmon sushinya, nonjok banget deh rasanya walaupun porsinya cuma seuprit, worth-lah sama harganya :9. Buat nasi bakarnya so-so aja, cuma dia menarik karena diwadahin dikotak ala-ala jepang gitu, dan cara makannya kudu dicampur ‘n diaduk-aduk dulu biar semuanya bersatu padu antara nasi, sayur, dan lauknya. Dan terakhir yang sangat penting tapi hampir lupa dimakan gara-gara kekenyangan makan yang lainnya *hahahaha* adalah MISO SHIRU, alias sup miso, si trending topic malam itu. Yak, untuk isinya ada wakame (rumput laut kering), tofu, dan daun bawang cincang. Yang bikin rasanya “Jepang Banget” tu si miso-nya alias bumbu pasta kacangnya, si cantik yang jadi tujuan utama saya datang ke sini :D. Hmm...untuk yang baru pertama kali mencoba pasti agak gimana gitu, tapi yakin rasanya yummiiyy banget deh, nikmatt.. pengen nambah lagi, hehehe.
Dan akhirnya setelah puas menikmati berbagai makanan malam itu, dan yang jelas karena tujuan utama telah terpenuhi, kami pun pulang, tapi foto dulu donk :)
Salmon sushi
Nasi bakar (lupa nama Jepangnya) :P
Sang primadona: miso shiru
Distya menikmati makanan :D


Suasana resto yang obscure



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...