Powered by Blogger.
RSS
Container Icon

D'Gejrot


De’Gejrot, merupakan sebuah kedai/ warung makan “mahasiswa banget” alias warung makan murah yang bertempat di Tawangsari, Jakal km 5, atau gampangnya Swalayan Gading Mas, belok kanan dari arah selatan, lalu teruusss sampai menemukan pertigaan kedua, masih terus sedikit. Nah, de’Gejrot terletak di kanan jalan, kalau tidak diamati secara mendalam tempatnya emang agak ndlesep :D.
Warung makan ini menyediakan menu ‘gejrotan’ atau semacam penyetan atau campuran, dari lauk tahu-tempe, telur, maupun ayam. Harga yang ditawarkan juga super murah, harga mahasiswa banged berkisar 5k-9k, mantabs!!
Untuk tempatnya juga cukup lumayanlah, lesehan dengan beralaskan tikar, enak buat leha-leha :D. Menu yang biasa saya makan adalah CING UTE (nasi, telur, tempe) seharga 6k atau KONG APE (nasi, telur, tahu, tempe) seharga 6k juga. Cara penyajiannya juga cukup unik lhoo, piring makannya merupakan alas cobek yang terbuat dari gerabah, lalu di atasnya dilapisi dengan alas kertas makan. Nah yang istimewa adalah tingkat kepedesannya bisa kita tentuin sendiri, terserah mau cabe berapa, sesuka hati kita tinggal request sama mas-mas yang buat :D . Kalau emang mau cari makan yang murah dan enak, terutama di saat akhir bulan, tempat ini recomended deh. Oh iya, kalau kita bisa mengumpulkan 5 buah nota makan dari nih warung, kita bakal dapet gratisan makan 1 kali lhoo. 

Mas-mas yang lagi bikin pesenan tamu :D

Pesenen saya CING UTE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PAPITI


Awalnya kami ingin mencoba makanan dan minuman di KEDAI COKLAT,tapi tiba-tiba ada teman lain, sebut saja Pipit :) mengajak makan ke PAPITI sekalian untuk syukuran atas diterimanya kerja sekaligus perpisahan sebelum Pipit meninggalkan Jogja.
Mulanya saya mengira PAPITI juga semacam kafe atau kedai makanan-minuman yang menjajakan snack ringan, tapi ternyata PAPITI merupakan warung susu (seperti Kalimilk, Kedai Susu, dll) dan snack ringan, namun juga menyediakan makanan berat seperti nasi goreng, ayam goreng, maupun ikan goreng.
Untuk lokasi, PAPITI berada di daerah ringroad utara, gampangnya sebelum JIH (Jogja International Hospital) yang hanya berjarak sekitar 100 m. Dari depan memang tampak warung tenda, tapi setelah masuk ternyata ada ruangan yang cukup luas untuk makan berama-ramai. Karena awalnya saya mengira tempat ini kafe, jadi sebelumnya saya sudah makan dulu di rumah. Jadi, saya hanya memesan snack berupa Roti Panggang Combi dan menu spesial susu buah melon. Untuk roti panggang combi dibandrol dengan harga 7k, merupakan roti panggang berisi potongan pisang + 2 rasa yang bisa kita pilih sendiri. Saya memilih rasa coklat dan keju. Sedangkan untuk susu buah melonnya dibandrol dengan harga 10k (spesial susu buah seharga 10k, baik susu melon, stroberi, durian, maupun pisang). Untuk rasanya hampir sama dengan kebanyakan warung susu lainnya. Ada juga menu spesial susu teler, yaitu mami teler dan papi teler, perbedaan antara keduanya yaitu sirup yang ditambahkan di papi teler, sedangkan untuk isian keduanya hampir sama yaitu buah alpukat, nangka, dan kelapa muda. Untuk menu spesial susu teler dibandrol dengan harga 13k.
Yang paling unik dari warung susu ini adalah nama-nama jenis susu yang ditawarkan, antara lain SI COKI (SUSU COKLAT SIRUP), SU MUR (SUSU MURNI), MACO (SUSU MADU COKLAT), dan lain sebagainya. So, kalau ingin mencoba susu dengan nama yang unik-unik, di sinilah tempatnya :D.  

PAPITI è MILK & FOODS
Menu spesial susu teler dan susu buah
Daftar menu makanan & snack
Daftar menu aneka susu
Roti Panggang Combi dan menu spesial susu buah melon :9
Tempatnya cukup luas buat makan ramai-ramai :D
*Congratz buat Pipit & Thanx buat traktirannya :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Journey of My Miso part 3 #End#


Lanjutan....(Ending)
Bahan mentah berupa koro pedang putih dilakukan perendaman sebanyak 2x, perendaman pertama berfungsi untuk memudahkan dalam pengupasan kulit, sedangkan perendaman kedua berfungsi untuk melunakkan tekstur koro pedang putih serta mengurangi kadar HCN di dalam bahan*.
Ukuran koro pedang putih putih yang cukup besar (jika dibandingkan dengan kedelai), dilakukan penghancuran menggunakan blender, kemudian diayak menggunakan ayakan komersial berdiameter lubang 5,5 mm sehingga diperoleh hasil koro pedang putih hancur, sebagai berikut:
kiri: koro pedang putih hancur lolos ayakan, kanan: koro pedang putih hancur tidak lolos ayakan

Setelah diperoleh koro pedang putih hancur dan seluruh tahapan persiapan media selesai*, kemudian dilanjutkan ke tahapan utama, yaitu proses pembuatan miso koro pedang putih/ fermentasi koro pedang putih. Dalam penelitian ini, digunakan starter Aspergillus oryzae dan yeast Zigosaccharomyces rouxii. Proses pematangan atau fermentasi dilakukan selama kurang lebih 1 bulan (35 hari).
Pengujian yang dilakukan antara lain, analisa bilangan formol menggunakan metode titrasi formol, analisa pH menggunakan pH meter, analisa warna menggunakan Chromameter, serta uji organoleptik meliputi uji kesukaan dan uji pembedaan/ differensial terhadap produk miso dalam sampel miso shiru/ sup miso. 
Berikut merupakan foto-foto selama penelitian:
 
Salah satu sampel miso koro pedang putih setelah fermentasi 35 hari
Nori dan daun bawang untuk percobaan pembuatan misoshiru
Kiri atas & bawah: misoshiru koro pedang putih, kanan atas: misoshiru kedelai (komersial)

Para panelis uji organoleptik
Salah seorang panelis sedang melakukan pengujian
*untuk keterangan dan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi penulis :)


Maaf apabila pada ulasan The Journey of My Miso part 3 ini tidak sejelas dan segamblang 2 edisi sebelumnya, maka dari itu apabila ada hal yang ingin ditanyakan atau didiskusikan, mari saling berbagi informasi. Terima kasih :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...