Powered by Blogger.
RSS
Container Icon

Keseruan Rafting @ Songa


Akhirnya setelah sempat tertunda beberapa kali, sampai sempat keduluan One Day Trip to Gili Labak, rencana rafting pun terlaksana jugaaaa :D :D, Alhamdulillaahh J . Personil yang ikut pun beda dari rencana semula yang awalnya bareng temen-temen satu angkatan masuk kerja, tapi kini perginya bareng temen-temen satu Kompartemen Riset yaitu Eva, Uus, Uut, Gunar, Mas Ricky, ditambah Brian.
      Rencana rafting fix diputuskan ke SONGA di daerah Probolinggo. Setelah mencari berbagai info dari internet dan tanya-tanya tentang paket rafting yang paling kece, akhirnya diputuskanlah, kami memilih paket “Songa  Beautiful Trip (Songa Atas)”. Sebenarnya ada beberapa macam paket rafting antara lain:
  • Songa Incredible Trip (Songa Bawah)
  • Songa Fantastic Trip (Songa Tengah)
  • Songa Beautiful Trip (Songa Atas)
  • Songa Extreme Trip (Atas-Tengah, 17 km)
  • Songa Expedition Trip (Songa Atas-Bawah, 29 km)

   Untuk info lebih lanjut, bisa langsung dilihat ke webnya aja deh ya. Ini nih: www.songarafting.com biar gak dikira promosi hihihihi.
    Kenapa dipilih paket “Songa Atas”? Awalnya waktu konsultasi sama mas bagian marketingnya, untuk kami yang sebagian besar baru pertama kali rafting, sebaiknya mencoba “Songa Bawah” dulu , lagipula harganya juga yang paling murah :p. Tapi kata si Gunar, mendingan langsung “Songa Atas” aja yang view-nya katanya lebih oke, lagipula arusnya juga paling gak terlalu deras. Jadilah diputuskan memilih paket “Songa  Beautiful Trip (Songa Atas)” seharga IDR 230.000 / orang (udah termasuk diskonan dari masnya ;)).
         Yak, karena belum ada yang punya mobil pribadi, jadi untuk transportasinya kami menyewa mobil. (Semoga bisa segera beli mobil ya Allah biar bisa jalan-jalan pake mobil sendiri, Aaamiinn,,hehehe ^,^). Kami berangkat dari Gresik pukul 6 pagi, lalu mampir sarapan di daerah Bangil makan NASI PUNEL. Katanya sih makanan khas daerah situ. Kenapa dinamakan Nasi Punel? Ya karena emang nasinya punel alias ‘agak lembek’. Lauknya kita bisa memilih sendiri mau pake paru, ayam, jeroan, dll. Saya sih lauknya pake paru ajah :D. Satu porsi nasi punel seharga 18k, rasanya lumayanlah buat mengisi perut. Ini nih penampakan NASI PUNEL:
    
Nasi Punel komplit dengan lauk paru goreng, yummiyy :9
 Setelah selesai sarapan, perjalanan terus dilanjutkan. Dan akhirnya kami sampai di tempat tujuan pukul 09.30. Setelah mengonfirmasi nama saya sebagai pemesan paket rafting-briefing dari pihak Songa-pemakaian peralatan rafting (life vest, helm, & dayung), kami langsung diangkut menggunakan mobil pickup menuju sungai tempat rafting. Karena satu perahu hanya cukup untuk maksimal 6 orang ditambah 1 orang guide, sedangkan kami ada bertujuh, akhirnya perahu kami dibagi menjadi dua. Di perahu pertama ada Saya, Uus, Gunar, dan Mas Ricky. Sedangkan di perahu kedua ada Eva, Uut, dan Brian.
Beberapa aturan dan tanda-tanda selama rafting dijelaskan cukup jelas oleh mas guide, berdoa, kemudian berangkat. Untuk awal-awal masih biasa, arusnya tidak deras dan hanya sedikit guncangan. Pertama jujur terasa flat saja. Sampai akhirnya arus mulai agak deras dan melewati beberapa batuan besar, adrenalin mulai sedikit terpacu dan teriakan mulai terdengar kemana-mana. Keseruan semakin bertambah ketika kami melewati bawah air terjun dan kami harus terkena derasnya terpaan air terjun yang langsung mengenai wajah kami. Uwaahhh,,,antara kesel tapi mengasyikan. Yang bikin bete cuma satu, air terjun tersebut sudah terkontaminasi oleh “guano” alias kotoran kelelawar yang banyak bertengger di pinggiran sekitaran air terjun. Baunya itu lhooo....ngganggu :<.. Kemudian, di satu spot yang bisa dibilang mungkin ‘top spot’nya, kami langsung diberitahu untuk siap-siap difoto ‘semi candid’ (kalo saya sih nyengir terus, jadi setiap foto yang keambil selalu ngliat kamera dengan pose kece :P). Ini beberapa foto kami:





Puncaknya adalah saat itu musim hujan dan kami sempat terkena hujan yang lumayan deras. Tapi justru dengan adanya hujan tersebut semakin menambah keseruan rafting kami :D. Perjalanan rafting yang kurang lebih memakan waktu dua jam, berasa sangat tidak ada apa-apanya karena kami merasa sangat kurang dan pengen lagi, hahahaha. Seriusan, pengalaman rafting pertama kali saya sangat memuaskan dan gak cukup sekali :P. Kapan-kapan bolehlah rafting lagi di tempat yang berbeda :D :D. Setelah puas basah-basahan, lalu bersih-bersih diri, makan siang yang sudah termasuk paketan rafting, kami pun pulang dengan hati senang :D :D :D.
Beberapa tips:
  •    Bawa camilan yang banyak supaya gak kelaparan selama perjalanan
  • Sebaiknya pakai sandal gunung supaya tidak licin (saya pakai sandal jepit aja jadinya agak useless karena ujung-ujungnya disuruh nyeker karena takut keplesetè cus langsung beli sandal gunung :p)
  • Pakai sunblock biar gak gosong :D
  •  Happy Traveling ***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Untitled #2

Jadi ceritanya berawal dari pagi tadi, saya dan rekan kerja saya, Gunar yang pergi ke BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) untuk beberapa keperluan pekerjaan. Selama perjalanan kami bercerita panjang lebar tentang masa kecil kami (eh, saya yang lebih banyak cerita sih :p). Salah satu ceritanya adalah tentang guru SD saya ketika saya masih di Ujung Pandang (sekarang namanya kota Makassar). Beliau bernama Siti Aminah (kalau tidak salah, hehe). Hampir setiap sebelum bel istirahat pasti beliau selalu memanggil saya,
Bu Aminah (B):  “Rahajeng (dengan logat Makassar dan pembacaan huruf e dibaca é), kamu sudah selesai mengerjakan tugas?”   Saya (A): “Sudah Bu”
B: “Ayo ikut saya ke kantor”
A: “Iya baik Bu”
Setibanya di depan kantor guru saya disuruh menunggu, sementara si Ibu masuk ke ruangan dan keluar ruangan dengan membawa piring kosong.
B: “Saya tolong dibelikan mie di depan sekolah ya”
A:”Iya baik Bu”
Hal itu hampir terjadi tiap hari. Sampai-sampai beberapa teman saya pasti suka kepo menanyakan apa yang saya lakukan setiap sebelum jam istirahat tiba.
Lucu aja sih kalo diingat-ingat, berasa jadi “babu” selama setahun hahaha, peace bu ^.^v. Jadi kangen sama Ibu J.

Setelah selesai cerita, lalu saya membuka Path dan melihat-lihat timeline, dan ternyata banyak postingan teman-teman saya tentang Hari Guru yang bertepatan dengan hari ini. Wah, jadi pas banget nih, habis curhat tentang guru masa SD, dan di waktu yang sama bertepatan dengan Hari Guru. Selamat Hari Guru buat semua guru-guru yang telah mengajarkan saya dari SD hingga SMA, jasa kalian besar sekali. Terima kasih Pak, Bu Guru J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

One Day Trip to Gili Labak


Setelah rencana rafting bulan lalu yang gagal, akhirnya tergantikan juga dengan one day trip to Gili Labak di weekend liburan satu suro lalu. Memang karena kesibukan masing-masing personil yang berbeda-beda (duileh, sok sibuk banget :p), jadinya rencana one day trip ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Seperti biasa, sang promotor kami yang hobi banget traveling, Agung, langsung memberikan serentetan info dari mulai selebaran paket GiLa (Gili Labak), pesan berantai antara Agung dan mas2 paketan GiLa, jadwal perjalanan, dll. Jadi yang kami bahas tinggal bagaimana transportasi dari Gresik ke Sumenep saja (kalo saya mah lebih ikut iyes-iyesnya aja deh, hahaha). One day trip to Gili Labak ini kami ikut Paket Gila dari Aatira Adventure (sekalian promosi lah yaa, soalnya emang paketnya memuaskan ;)). dengan harga IDR 2.350.000 / 10 orang, kami dapat fasilitas transportasi Kalianget – Gili Labak PP, wisata 4 pantai Pulau Gili Labak, wisata snorkeling (sudah termasuk peralatannya), tour guide satu orang, makan 3x/ orang, plus menginap semalam di guest house (jadi bener-bener promosi nih :D).
Karena kami berdomisili di Gresik, option terbaik dari hasil diskusi tentang transportasi Gresik – Sumenep adalah dengan menyewa mobil. Berangkat dari Gresik hari Jumat sekitar pukul 21.00 menuju Sumenep dengan menyeberangi jembatan Suramadu (biaya IDR 30.000 untuk tiket masuk) dan sampailah sekitar pukul 01.30 (perjalanan ±4,5 jam), sesampainya di Sumenep, kami langsung disambut mas-mas paketan GiLa (aduh maap gatau nama masnya ^,^v) dan tinggal-lah semalam kami di guest house-nya untuk istirahat sejenak sebelum melakukan perjalanan keesokan harinya.
Guest house-nya lumayan bagus, bersih, ibunya baik banget pula J

Sekitar jam 4 subuh pintu kami (saya dan Ruri ~ dua orang wanita di kelompok ini :D) sudah di gedor-gedor untuk Sholat Subuh dan sarapan, lalu persiapan perjalanan selanjutnya, penyeberangan Pelabuhan Kalianget – Pelabuhan Kombang yang hanya ditempuh sekitar ±10 menit. Sesampainya di Pelabuhan Kombang, Kecamatan Talango, masih dilanjutkan lagi perjalanan darat menuju ujung tempat di Kecamatan Talango ini menuju Pulau Gili Labak (tujuan utama kami!!). Karena waktu itu (sekitar pukul 6.00-6.30) air laut masih surut, maka kami harus menunggu sekitar pukul 08.00 sampai airnya pasang dan kami bisa menyeberang Pulau Gili Labak. Tidak mau kehilangan momen hanya untuk menunggu, jalan-jalan lah kami di sekitar situ dan foto-foto tentunya :3.



Pada akhirnya jam 08.00 pun tiba, air sudah mulai pasang, persiapan memakai safety jacket, perahu kami pun siap berangkat ^.^/. Perjalanan via perahu motor menuju Pulau Gili Labak sekitar 1,5 jam ditambah terombang-ambing di atas perahu yang membuat perut mual (hati-hati bagi Anda yang suka mabuk laut, dijamin bakalan muntah seperti saya :p). Tapi perjalanan yang cukup memakan waktu dan rasa mual yang agak lebay, langsung tergantikan dengan keindahan pulau Gili Labak. Yeah...it’s like a hidden paradise.
Keindahan pasir putih dan gradasi warna biru-turqoise yang menakjubkan 

                                Yeaahh,, we’re here!!!
Tujuan utama sampai Pulau ini adalah untuk ber-snorkeling ria :D. Setelah mempersiapkan peralatan untuk snorkeling, sedikit pemanasan, lalu siaplah kami meluncur. Karena ini merupakan kali pertama saya ber-snorkeling, jadi ini pengalaman baru buat saya, dan cukup seru!! Merasakan susahnya bernapas menggunakan mulut - susahnya masuk ke dalam air mencari spot terumbu karang yang bagus untuk berfoto karena massa jenis air laut yang lebih tinggi daripada berat badan saya – merasakan tertelannya air asin ke mulut – merasakan capeknya ‘berenang’ mendekati teman-teman yang sudah jauh duluan berenang ke depan – merasakan perihnya kaki karena ketusuk terumbu karang. But it’s totally very-very great weekend with a great friends. Thank you guys :D :D.

Snorkeling melihat keindahan terumbu karang
Beberapa tips:
*    Jangan lupa bawa makanan dan cemilan-cemilan untuk persediaan selama di Pulau Gili Labak, karena persediaan cemilan kami habis sebelum sampai di Pulau Gili Labak L
2  *  Minum obat anti mabuk selama perjalanan menuju Pulau Gili Labak, seriusan terombang-ambing di laut selama ±1 jam membuat perut mual dan bergejolak hebat -_-
3   *  Pakai sun block sebanyak-banyaknya untuk badan dan wajah (secukupnya aja deh :p), dan siap-siap sepulangnya dari Pulau Gili Labak bakalan terlihat perbedaan wajah antara before-after nya hihihihi
4   *  Kalau mau tetep update di social media, pake provider yang diiklankan oleh Omesh atau Sule, karena dua provider itu yang sinyalnya bagus di Pulau ini :D
5    *  Happy travelling :D :D 
P
      Picture’s taken by: Agung & Yadi’s camera, Ruri’s Iphone
Dari awalnya paketan buat ber-11, cuma 8 orang personil yang berangkat: Agung, Ruri, Yadi, Akbar, Vebi, Iyan, Aping, Ajenk ;D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lagi Pengen Curhat Aja :)

Entah kenapa dan sejak kapan saya suka, sukaaaaa sekali sama yang namanya negara Jepang. Hmmm mungkin karena kakak saya pernah menetap selama beberapa tahun di sana ya, jadinya saya semacam ,”Oh ini negara mungkin bisa saya kunjungi suatu saat”. Dari jaman SMA saya sudah suka ikutan ekskul Jepang, suka makanan-makanan Jepang, dan suka dengan kebudayaan-kebudayaan Jepang. Saya pun pernah membuat target pingin ke Disneyland Jepang dengan uang tabungan saya sendiri :D. Eh Alhamdulillah ya akhirnya kesampaian juga bisa mengunjungi Negara satu ini J, tapi ada sayangnya, karena target ke Disneyland Jepang belum bisa pakai duit tabungan sendiri, jadi serasa belum kecapai aja targetnya, hehehehe. Dari secuplik cerita tadi sebenarnya ada hal yang ingin saya sampaikan. Satu hal yang pasti: JANGAN PERNAH BERHENTI BERMIMPI! Yang mungkin awalnya hanya mimpi-mimpi sederhana, ucapan-ucapan sederhana, tetapi kalau diiringi dengan doa-doa dan usaha yang keras, pasti bisa.

Saya bergolongan darah A, dan katanya orang-orang dengan golongan darah A adalah orang-orang yang perfeksionis, rapi, teratur, dan suka membuat rencana. Hmmm...saya suka sesuatu yang rapi dan teratur, saya juga suka membuat rencana-rencana dan target-target, tapi sayangnya saya bukan orang yang perfeksionis (kok sayangnya yaa...kadang terlalu perfeksionis itu tidak baik-sesuatu yang berlebihan tidak terlalu baik è oke, ini bisa-bisanya saya ngeles karena saya bukan perfeksionis hahaha :p). Sebenarnya kalau mau dilihat isi agenda saya bisa dibilang isinya rencana semua, target ini-lah, target itu-lah, fiuhh...terkadang saya bingung sendiri untuk merealisasikannya satu-satu bagaimana, hehe. Nah itu mungkin salah satu kelemahan saya, terlalu sering membuat rencana tanpa realisasi yang pasti  (jungkir balik aja deh .-.) à gak perfeksionis tadi mungkin, hahaha *jadikan dalih aja tu sifat perfeksionis :p, oh bukan satu lagi, saya orangnya agak malas sih, jadi harus memotivasi diri sendiri dulu berulang kali untuk memastikan bahwa saya memang punya banyak target yang harus dicapai (curhat polllll). Tapi jujur dari lubuk hati yang paling dalam, saya pingiiiin banget mencapai semua target-target yang telah saya buat. Ayok, mari kita sama-sama memantapkan hati untuk berjuang mencapai cita-cita dan mimpi-mimpi kita ya friends J J.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Better Man by Robbie Williams

 Send someone to love me
I need to rest in arms
Keep me safe from harm
In pouring rain

Give me endless summer
Lord I fear the cold
Feel I'm getting old
Before my time

As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I'm doing all I can
To be a better man

Go easy on my conscience
'Cause it's not my fault
I know I've been taught
To take the blame

Rest assured my angels
Will catch my tears
Walk me out of here
I'm in pain

As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I'm doing all I can
To be a better man

Once you've found that lover
You're homeward bound
Love is all around
Love is all around

I know some have fallen
On stony ground
But Love is all around

Send someone to love me
I need to rest in arms
Keep me safe from harm
In pouring rain

Give me endless summer
Lord I fear the cold
Feel I’m getting old
Before my time

As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I'm doin' all I can

To be a better man.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HAPPY IED MUBAROK 1435 H

Manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, demikian pula dengan saya. Mungkin banyak salah kata yang terucap maupun kalimat yang kurang berkenan, atas nama beegreeny.blogspot.com, saya ingin mengucapkan: TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM, TAQOBBAL YAA KARIIM.

HAPPY IED J J J. KEEP HEALTHY AND STAY YOUNG ;D 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

#Jelajah Gresik: Wisata Kuliner di Bebek Goreng Karunia

Sudah berjalan hampir enam bulan saya berdomisili di Kota Gresik, tapi gak ada satu pun tulisan yang mengangkat tempat saya tinggal sekarang. Sedikit demi sedikit saya akan mencoba menelusuri sekitar Gresik ini deh. Waktu posisi saya di Jogja nih ya (lahir dan besar di Jogja), dibandingkan dengan teman saya yang pendatang dari daerah lain biasanya malah lebih tau dan lebih jeli lho untuk tempat-tempat wisata, tempat makan, dll (wah,jadi malu ama kota kelahiran sendiri gak ngerti apa-apa :p). Nah, sekarang ini saya pengen memposisikan sebagai pendatang nih (ya emang pendatang -_-) yang bisa mengeksplor kota tempat saya tinggal sekarang. Ya, mau tempat wisatanya, tempat makannya, apa aja deh yang unik-unik. Cekidot ;).
Karena saya suka makan, jadi postingan pertama adalah tentang kuliner di Gresik hihihi. Oke baiklah, langsung saja, wisata kuliner pertama jatuh ke restoran “KARUNIA” atau temen saya yang asli Gresik bilangnya langsung “BEBEK KARUNIA”. Padahal di judul daftar menunya: ‘Ayam-Bebek Goreng Sambal Pencit’, tapi sepertinya menu “Bebek” lebih ditonjolkan di restoran ini, ditambah lagi gambar ‘2 bebek’ di daftar menunya sukses membuat daging bebek jadi primadona :D.


Restoran ini beralamatkan di jalan Veteran 110 A, Gresik. Gampangnya tuh ikutin aja jalan menuju Surabaya kalau dari arah Gresik, lurus terus sampai ketemu pom bensin terus putar balik, ikutin jalan teruuss, si “Bebek Karunia” ada di kiri jalan. Seperti yang udah saya jelaskan sebelumnya, di restoran ini selain menyediakan bebek, juga menyediakan ayam dan beberapa aneka masakan laut seperti udang, cumi-cumi, dan kerang. Langsung aja kita lihat daftar menunya di bawah ini:


Dan saat itu saya memesan nasi bebek goreng super (18k) dan minum es teh manis (3k).  Kalau kata temen saya sih, Bebek Karunia ini termasuk bebek yang paling enak di Gresik. Saya sih percaya aja sampai saya mencoba sendiri bebek ini...jreng jreng  jreng....daaaannnnn bebek ini emang maknyuss,,dagingnya empuk, bumbunya kerasa banget, sambelnya juga mantab ^^b. Jadi memang gak salah kata temen saya yang bilang bebek ini termasuk bebek yang paling enak di Gresik, tapi kalau saya belum bisa bisa bilang paling enak sih, kan belum nyobain daging ‘bebek-bebek’ yang lain :D. Kalau disuruh rekomendasi restoran ini dari bintang 1(*) sampai 5(*****), saya kasih **** deh J. Cuma satu yang disayangkan, porsinya dikit haha :P.  Yang belum pernah nyobain makan bebek ini, monggo dicobain, gak bakal nyesel deh :D.

Satu porsi nasi bebek goreng super
Es teh manis
Suasana tempat makannya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hobi Bisnis Dari Kecil sampai Sekarang

Ambil peluang bisnis saat event bazaar karyawati :)
Hello June J. Saya kecewa liat postingan di Bulan Mei kosong, padahal ide tulisan udah bejibun, tapi lagi-lagi dalih sibuk dan menunda nanti-nanti buat nulis masih tetep jadi alasan utama L. Ya udah deh, semoga aja bulan Juni ini saya bisa posting tulisan yang banyak sebagai gantinya :D.
Oke baiklah, pada tulisan saya kali ini, saya ingin cerita tentang hobi bisnis saya yang ternyata udah saya miliki dari kecil, tapi baru sadarnya belakangan ini, hehehe.
Flashback ke masa kecil..waktu saya SD di kota Ujung Pandang (sekarang namanya Makassar) saya suka menerima pesanan tulisan nama yang dihias dengan tusuk jelujur. Satu lembarnya seharga 200-500 rupiah tergantung dari motif dan ‘kehebohan’ hiasan. Selanjutnya lagi ketika saya SD di Jogja (sekolah saya pindah-pindah) saya juga suka menjual stiker-stiker yang dikumpulkan kakak saya (dasar bakul, apa aja dijualin :P).
Beranjak SMP, mungkin karena peralihan dari bocah (baca: SD) menuju ‘agak gede’, jadi fokus buat study aja (ceilehh). Alhasil dunia perbisnisan vakum sementara.
Lanjut ke jenjang SMA, bisnis baru mulai dijalankan lagi. Kelas 2 SMA saya nitip jualan keripik singkong goreng di kantin sekolah, kalo yang ini modalnya dari mami. Beli keripik singkongnya dari tetangga, terus digoreng sendiri dan dijualin ke beberapa tempat, salah satunya ke sekolah ane :D.
Kemudian waktu kuliah, bisnis saya ganti lagi jadi jualan makanan buatan sendiri (gara-gara kuliah di jurusan pangan apa ya? Tapi gak juga ah :p). Kalo yang ini udah mulai pakai modal sendiri dari tabungan dan hasil ngajar jadi guru privat. Jualannya sih kecil-kecilan dan pas ada event-event tertentu aja kayak waktu dulu cari dana buat KKN, atau sekedar jualan pas lagi belajar atau ngerjain tugas kelompok (pokoknya cari peluang bakalan jualannya laku :D)
Nah, sekarang di dunia kerja..bisnis saya harus berjalan serius nih karena Alhamdulillah udah punya gaji sendiri, jadi modalnya bisa lebih gede, gak perlu ngrepotin orang lain juga hehe.  Dari jualan bantal, kain batik, keripik singkong semuanya saya ladenin.
Karena saya baru masuk kerja ±5 bulan ini, jadi kemaren-kemaren pasarnya cuma temen-temen sendiri. Nah, kebetulan banget di perusahaan tempat saya bekerja, ada arisan karyawati tiap dua bulan sekali, dan ada event tahunan yang kali ini mengadakan bazaar menyambut datangnya bulan Ramadhan. Wah, gak perlu pikir panjang lagi, saya langsung ambil kesempatan ini untuk jualan kain batik dan makanan (saya sampai pesen dua stand hohoho :p). Tujuan saya ikutan bazaar ini tentunya untuk memeriahkan acara tahunan karyawati tempat saya bekerja, menjalin tali silaturahmi, membangun relasi dan sekaligus mencari pelanggan (sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui :D :D).
Pada dasarnya semua orang bisa berbisnis, tinggal ada kemauan, gak takut rugi, PD, dan yang utama adalah modal hehe (tapi gak mesti modal uang juga kok). Dari hobi bisa dijadikan bisnis, dari yang cuma ikut-ikutan juga bisa dijadikan bisnis. Apa aja bisa dijadiin bisnis, asal masih di jalan yang benar lho yaa.. Untuk yang mau berbisnis keep tryin’ and tryin’ guys :D :D.
Untuk contoh beberapa barang yang saya jual bisa dilihat di bawah ini (sekalian promosi nih, gapapa kan yaa :D )

Kain batik printing 1,1 x 2 m, bahan katun
Bantal tema ‘snack time’ 1
Bantal tema ‘snack time’ 2
Bantal ‘snack time’ M&M peanut
Banrtal ‘snack time’ Kraft Singles

Kalau untuk kain batik, bisa buat dress atau kemeja, apalagi yang suka pake kain batik pas ngantor, cakep banget deh ;D. Sedangkan bantal ‘snack time’ bisa buat kado teman, saudara, kakak-adik, atau pacar pasti suka :D. Bagi yang ingin pesen, bisa PM saya lewat message FB, Twitter, atau google+ yaa J J.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Edisi Mbolang #5: Perjalanan Dadakan ke Negeri Seribu Satu Larangan

Jumat, 7 Maret 2014. Edisi mbolang #5 saya versi dadakan nih :D. Jadi ceritanya berawal dari acara training bankir kakak saya di Singapore. Awalnya Ibu saya yang ditawarin nyusul ke Singapore, tapi berhubung Ibu saya gak bisa ikut, saya iseng aja langsung protes ke kakak saya kenapa saya gak ikutan ditawarin nyusul ke sana. Dan langsung saja kakak saya bilang, “Kalau mau nyusul ya nyusul aja tapi beli tiket sendiri”. Wah ditawarin nyusul ya saya langsung sumringah, cuzz langsung cari tiket promo. Sebenernya agak galau juga sih waktu fixed mau memutuskan jadi nyusul atau gak, alasannya karena bulan ini saya mau ikutan les toefl, jadi butuh pengeluaran extra juga. dan setelah mempertimbangkan dari segala aspek (salah satu pertimbangannyannya saya cuma butuh modal tiket ama uang saku aja buat ke Singapore, akomodasi udah ditanggung kantor kakak saya *nebeng ceritanya :p*, karena salah satu anggaran terbesar saat kita traveling adalah di bagian akomodasi, betul tidak??), akhirnya saya putuskan untuk nyusul ke Singapore!! \^.^/. Emang asyiknya traveling ke negara ASEAN adalah gak perlu pake visa, jadi mau beli tiket 2 jam sebelumnya juga bisa (ekstremnya sih gitu :p). Dan tampaknya memang saya lagi beruntung, dapet tiket PP direct Surabaya - Singapore 1 jutaan aja, Alhamdulillah :D. Yang ngerasa nyesek adalah transport Gresik-Surabaya (Bandara Juanda) + airport tax yang agak menguras biaya. Coba bayangin, naik taksi dari Gresik- Juanda sampai 200ribuan ditambah macet di jalan selama 2 jam T_T , untung aja flight saya jam 9.45 pm. Oke baiklah, kedongkolan yang lain adalah saat mau checking barang. Saya tahu sih kalau perjalanan luar negeri ada maksimal batasan barang bawaan berupa cairan yang boleh dibawa di kabin pesawat (hanya 100ml kalau gak salah). Tapi yang perlu digarisbawahi adalah waktu itu saya menganggap ‘cairan’ hanyalah  air minum (titik), tidak mempertimbangkan kalau beberapa kosmetik saya juga banyak yang berbentuk cairan. Alhasil, pindah deh tu pembersih, penyegar, cairan softlens, dan kawan-kawannya ke tangan petugas checking barang T.T. Tapi semua kedongkolan tadi tergantikan dengan bertemunya dengan salah satu artis senior Indonesia Jajang C. Noer di toilet :p.
Foto dengan artis senior, Jajang C. Noer

Perjalanan udara Surabaya – Singapore ditempuh dalam waktu ±2 jam saja. Berangkat pukul 9.45pm waktu Indonesia, sampai di Singapore pukul 1.05 am waktu setempat tentunya. Perbedaan waktu Indonesia – Singapore  1 jam. Pertama kali mendarat di “Negeri Seribu Satu Larangan” ini saya langsung disuguhkan pemandangan menawan dari Changi International Airport yang katanya merupakan bandara terbaik di dunia tahun 2013 versi skytrax. Dan dari beberapa bandara internasional yang pernah saya datangi, Changi International Airport memang okelah ;). Baiklah, karena gak ada bagasi, jadi setelah keluar bagian imigrasi saya langsung disambut lambaian tangan kakak saya dari kaca luar bagian kedatangan penumpang :D. Fiuhh...finally Singapore!! Menikmati keindahan malam ibukota Singapore dari dalam taksi, sepiii (dini hari sih -_-) sampai akhirnya kami tiba di hotel untuk istirahat persiapan jalan-jalan keesokan harinya ^,^/.
Changi International Airport

Sabtu, 8 Maret 2014. Yehaaa...saatnya berkeliling Singapore!! Setelah selesai sarapan, saya langsung diajak kakak saya menukar uang rupiah yang saya bawa dengan SIN$ (maklum, waktu di Indonesia belum sempet tuker valas). Oke, setelah menukar rupiah dengan valas setempat, akhirnya perjalanan pertama kami adalah ke Orchard Road. Oiya selama di Singapore, transportasi yang kami gunakan adalah menggunakan kereta MRT (Mass Rapid Transit), kalo gak mau nyasar memang harus punya peta negara ini sih, jadi waktu naik MRT gak bingung-bingung amat mau ke tempat tujuan. Orchard Road merupakan pusat retail dan hiburan di Singapore. Banyak mal-mal megah dengan berbagai toko yang menjual barang-barang branded di sini. Memang surganya para sophaholic. Tapi saya dan kakak saya cukup berjalan santai saja di jalanan ini tanpa ikutan belanja sambil berfoto-foto ria :D. Satu hal yang tidak boleh ketinggalan ketika berada di sini adalah mencicipi jajanan khas di sini yaitu es krim kotak (apalah ya namanya itu :p). Sebenarnya sih seperti es krim tong-tong biasa yang terlapis oleh roti tawar, hanya bedanya ia berbentuk kotak padat dengan rasa yang cukup beragam. Beberapa rasa es krim itu antara lain coklat, durian, choco chip, kacang merah, jagung manis, peppermint, mangga, dsb. Satu porsi es krim kotak seharga 1$ saja. Setelah puas menikmati es krim, kakak saya mengajak ke salah satu mal yang menjajakan popcorn yang katanya cukup terkenal di situ. Kalau kata kakak saya sih gak afdol kalau ke Singapore gak nyobain tuh popcorn. Nama popcorn tersebut adalah Garret Popcorn yang ada sejak tahun 1949!! :O. Memang terasa beda dengan popcorn biasanya, popcorn dengan rasa keju yang pekat dan karamel yang menggoda hmmhh :9. Akhirnya saya pun membawa 2 bungkus medium Garret popcorn seharga @8$. Selepas berjalan-jalan di Orchard Road, tujuan kami berikutnya adalah ke patung Merlion alias patung singa yang menjadi ikon negara ini, jadi jangan sekali-kali ngaku pernah ke negara ini kalau belum ke tempat ini hahahaha. Tapi jujur sebelum sampai di tempat ini ekspektasi saya berlebih tentang ukuran patung ini, tapi setelah sampai langsung di tempatnya saya agak kecewa karena ternyata ukuran patung ini tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Ya sudahlah yaa..yang penting bisa foto-foto :D :D. (Fyi, masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya sepeser pun seperti tiket masuk atau semacamnya). Dan akhirnya sampailah di tujuan akhir dari perjalanan kami: China Town!! Di sini adalah gudangnya oleh-oleh murah. Beberapa gantungan kunci, tas, dan coklat masuk ke tas belanjaan J. Dan setelah puas membeli oleh-oleh, ishoma, kami pun kembali ke hotel.
Sayangnya mbolang kali ini cuma satu hari satu malam saja, jadi masih banyak tempat yang belum dikunjungi seperti Universal Studio, Gardens By the Bay, dsb. Ya maybe next time kalau ada rejeki J.

Orchard Road
Es krim “kotak” dan Garret popcorn
Foto berbackground patung Merlion 
Berbelanja di China Town

Tips mbolang #5: selama perjalanan mbolang kali ini saya menggunakan flat shoes. Flat shoes ≠ jalan jauh. Yang ada adalah kaki saya lecet, memakai kaos kaki bisa sedikit membantu sih. Untuk perjalanan sering 'jalan kaki' lebih baik menggunakan sneaker atau sepatu sport agar lebih nyaman J. Happy Mbolang ;).    

Beberapa sumber tulisan: satu, dua, tiga, dan empat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...